Viral Tarif Parkir Lebih Mahal dari Tiket Kereta di Stasiun Malang, Ini Kata Dishub

Parkiran motor di kawasan Indomaret Point MT Haryono, Kota Malang. (blok-a.com/Nashrul)
ilustrasi parkir (blok-a.com/Nashrul)

Kota Malang, blok-a.com – Video TikTok dari akun @infomalangan_ memperlihatkan momen kontroversial di area parkir mobil stasiun Kota Baru Malang, di mana seorang petugas parkir meminta uang parkir sejumlah Rp 60 ribu.

Kejadian ini menjadi sorotan karena petugas parkir mengklaim bahwa tarif tinggi tersebut disebabkan oleh mobil dianggap “menginap” di tempat parkir area Stasiun Kota Baru Malang itu. Menariknya, petugas tersebut mengenakan rompi biru, menunjukkan bahwa mereka adalah petugas resmi yang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub).

Dalam video tersebut, pemilik akun menyampaikan pengalamannya baru saja memarkir mobil di stasiun dengan biaya parkir Rp 60 ribu. Si bapak petugas parkir memberikan alasan bahwa mereka tidak memberi tahu bahwa mobil tersebut “menginap,” dan mengaku tidak takut jika dilaporkan ke Dishub.

Pemilik akun mengkritik tarif parkir yang mahal, terutama jika dibandingkan dengan tiket kereta yang hanya seharga 12 ribu rupiah untuk perjalanan Malang ke Surabaya.

Video tersebut memicu berbagai komentar dari netizen yang merasa heran dan tidak setuju dengan tarif parkir yang dianggap tidak wajar. Beberapa netizen mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap praktik-praktik parkir yang tidak transparan dan tarif yang dianggap tidak proporsional.

Diskusi di komentar video pun mencuatkan berbagai pengalaman serupa dari netizen lainnya, menyoroti isu tarif parkir yang menjadi perhatian masyarakat setempat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Parkir Dishub Kota Malang, Mustaqim Jaya mengatakan akan segera berkoordinasi dengan bawahannya untuk tindak lanjut. “Oke mas, segera kita tindak lanjuti,” jawabnya saat dikonfirmasi oleh Blok-A.com.

Namun menurut keterangannya, memang lokasi mobil yang diparkirkan dalam video tersebut bukanlah tempat untuk parkir menginap. “Disitu bukan lokasi parkir menginap,” terang Mustaqim. Perihal apakah kesalahan lokasi parkir tersebut yang membuat tarif parkir sangat mahal, Mustaqim belum dapat memberikan keterangan.

Akhir-akhir ini, di Kota Malang, permasalahan seputar parkir memang menjadi sorotan masyarakat. Terutama, banyaknya lokasi parkir liar yang semakin marak, meresahkan warga setempat. Keluhan tentang tarif parkir yang tidak sesuai dengan aturan juga menjadi polemik tersendiri yang menggema di kalangan penduduk Kota Malang.

Masyarakat juga sempat mengeluhkan perlakuan intimidatif dan ancaman yang kadang mereka terima saat hendak parkir seperti saat viralnya video intimidasi oleh tukang parkir illegal di pemberhentian bus Rosalia Indah. (mg3/bob)

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.