Blitar, blok-a.com – Pendaftaran peserta pemilihan kepala daerah di KPU tinggal beberapa hari lagi. Namun hingga saat ini, Partai Golkar Kabupaten Blitar belum menentukan sikap dalam Pilkada Kabupaten Blitar 2024.
Partai Golkar memiliki 5 kursi di DPRD Kabupaten Blitar periode 2025-2023. Tentunya banyak yang melamar sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar melalui partai berlambang beringin tersebut.
Ketua DPD Golkar Kabupaten Blitar, Drs EC Suswati MM mengatakan, sedikitnya ada 7 orang yang sudah mendaftarkan ke DPD Golkar Kabupaten Blitar sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar pada Pilkada 2024 mendatang.
“Ketujuh orang tersebut, yakni Bupati Blitar Hj Rini Syarifah, Wakil Walikota Blitar Tjutjuk Sunario, Wima Brahmantya, Handoko, Muharom, Supriarno, dan Didik Agung,” kata Suswati, Rabu (7/8/2024).
Sampai saat ini, untuk menentukan arah koalisi, Partai Golkar Kabupaten Blitar masih menunggu hasil survei yang dilakukan DPP Partai Golkar.
“Survei yang dilakukan oleh DPP Partai Golkar untuk melihat elektibilitas pasangan yang akan maju di kontestasi Pilkada Kabupaten Blitar 2024,” jelasnya.
Suswati menandaskan, ada dua tokoh yang serius untuk maju dan sudah mengumumkan di media. Kedua tokoh tersebut, yakni pasangan Rijanto dan Beky Herdiansyah.
H Rijanto merupkan Ketua DPC PDI-P Kabupaten Blitar dan Beky Herdiansyah merupakan kader PAN Kabupaten Blitar.
“Keduanya saat ini menunggu rekomendasi turun dari masing-masing partai,” tandasnya.
Sementara Bupati Blitar, Hj Rini Syarifah yang merupakan Ketua DPD PKB Kabupaten Blitar juga akan mencalonkan sebagai calon Bupati Blitar. Namun hingga saat ini, belum menemukan pasangan sebagai wakilnya.
Sebagai incumbent atau petahana, Mak Rini sapaan akrab Bupati Blitar juga mengajak beberapa partai untuk bergabung, salah satunya Partai Golkar.
Untuk diketahui PKB Kabupaten Blitar mendapatkan 11 kursi DPRD, ini artinya sudah dapat maju tanpa koalisi dengan partai lain. Namun diketahui Mak Rini juga melamar sejumlah partai, di antaranya Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Nasdem.
Menurut sumber di internal Partai Golkar Kabupaten Blitar, ada potensi perpecahan di tubuh Partai Golkar Kabupaten, jika mendukung Rini Syarifah.
Kedekatan Partai Golkar dengan Rijanto mantan Bupati Blitar sudah berlangsung puluhan tahun, karena Rijanto dulunya juga kader Golkar.
“Kalau andaikan saya jadi ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Blitar, sudah pasti akan langsung mengusung Pak Rijanto bersama PDI-P dan PAN, karena beliau dididik dan disebesarkan lewat Golkar,” jelas salah satu Kader Golkar.
Dia mengaku, jika Rijanto sudah lama ikut membesarkan Partai Golkar di Kabupaten Blitar. Bahkan Rijanto diketahui pernah menjadi Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) di Kabupaten Blitar.
“Hubungan H Rijanto dengan sejumlah kader internal Partai Golkar ini dinilai cukup baik,” pungkasnya. (jar)








