Melihat Keinginan Abah Anton Kembali Duduki Kursi N1, dan Hambatannya Sebagai Mantan Napi Koruptor

Abah Anton Daftar Bakal Calon Wali Kota Malang Lewat PKB
Abah Anton Daftar Bakal Calon Wali Kota Malang Lewat PKB

Kota Malang, blok-a.com – Mantan Wali Kota Malang, H Mochamad Anton atau Abah Anton berkeinginan untuk mendaftar di Pilwakot Malang 2024.

Abah Anton menunjukkan keinginannya untuk maju di Pilwakot Malang 2024 ini dengan mendaftar ke PKB. Selain itu kekinian Abah Anton juga bakal mendaftarkan diri ke fraksi damai yang terdiri dari gabungan beberapa Parpol pada Minggu (19/5/2024) kemarin.

Abah Anton dalam kesempatan itu menjelaskan, pendaftarannya ke fraksi damai ini sudah cukup memenuhi syarat maju Pilwakot Malang 2024.

Sekadar diketahui fraksi damai sendiri terdiri dari 4 partai, yakni Partai Nasdem, Partai Demokrat, PSI, dan PAN.

“Dalam fraksi damai ini memiliki 9 kursi di DPRD Kota Malang, itu sudah memenuhi syarat minimal 20 persen untuk bisa mengusung Cakada (Calon Kepala Daerah),” tambahnya.

Rencananya, Rabu (22/5/2024) besok, Abah Anton secara maraton melakukan pendaftran sebagai Calon Wali Kota Malang ke 4 partai.

“Insyallah Rabu besok saya mendaftar tentunya secara berurutan, mulai dari Partai Nasdem, PSI, Partai Demokrat, dan PAN. Jadi hari Rabu besok mohon saya diterima,” kata dia.

Dalam acara Halal bi Halal Fraksi Damai tersebut, Abah Anton belum bisa menjelaskan visi dan misinya jika kembali bertarung memperebutkan kursi eksekutif Kota Malang itu.

“Saya tidak mengutarakan visi misi, karena saya belum mendaftar kalau sudah mendaftar baru visi misi,” kata dia.

Abah Anton hanya menyebutkan, dengan banyaknya partai yang akan mengusungnya, semakin bagus untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di Kota Malang.

“Semakin banyak koalisi semakin banyak teman, ternyata itu akan memberikan kepada kita semakin bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang diharapkan oleh masyarakat,” kata dia.

Pencalonan Abah Anton Apa Bisa?

Abah Anton sendiri jalannya menuju pendaftaran sebagai Calon Wali Kota Malang masih belum pasti.

Sebab, Abah Anton pernah menjadi narapidana kasus korupsi pada tahun 2018 lalu. Dia divonis 2 tahun penjara kala itu.

Ketua KPU Kota Malang, Aminah Asminingtiyas menjelaskan, hingga kini pihaknya masih menanti aturan terbaru apakah mantan narapidana korupsi diperbolehkan mencalonkan diri atau tidak.

Peraturan KPU (PKPU) terbaru tentang pencalonan hingga kini belum keluar.

“Aturannya nanti ada di PKPU. Karena PKPU tentang pencalonan belum, nanti ada regulasi baru atau tidak, ada putusan dari MK yang baru atau tidak kami belum tau,” kata dia.

Dia juga menyebut, kepastian pencalonan itu bisa diketahui setelah Abah Anton resmi mendaftar ke KPU Kota Malang. Data Abah Anton nantinya akan diverifikasi dan dicocokan dengan putusan pengadilan.

“Kalaupun nanti ada proses yang misal dia itu pernah terlibat atau pernah dipidana dan sebagainya, kan harus mendaftr dulu, baru kami verifikasi,” tuturnya. (bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?