Kota Malang, blok-a.com – Permasalahan eksekusi cucian mobil di exit tol Madyopuro Kota Malang kurang lebih 7 tahun dan dua Walikota Malang tidak selesai.
Namun saat Calon Walikota Malang nomor urut 1, Wahyu Hidayat menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang dalam waktu tiga bulan eksekusi bangunan cucian mobil yang memakan badan jalan di sekitar exit tol Madyopuro itu selesai.
Tak butuh waktu lama, Wahyu yang jadi pimpinan tertinggi di pemerintahan Kota Malang langsung menyelesaikan permasalahan itu.
Dibalik itu, Wahyu bercerita, dia menganalisa permasalahan kenapa eksekusi bangunan cucian di exit tol Madyopuro itu tak kunjung kelar dalam waktu 7 tahun dan 2 Walikota Malang.
“Jadi pada saat itu saya masuk, saya langsung memampping, saya melihat lagi dan mereview dan mengembalikan dari nol,” tuturnya dalam kampanye beberapa hari lalu.
Calon Walikota Malang dari Paslon WALI ini juga duduk bersama Forkopimda Kota Malang termasuk DPRD Kota Malang untuk menemukan akar masalah terhambatnya eksekusi bangunan cucian itu.
Wahyu pun juga mengkonsultasikan permasalahan itu ke ketua PN Malang. Sejumlah tahapan pun dilakukan agar eksekusi cucian itu bisa dilakukan.
Wahyu pun bercerita bahwa Pemkot Malang sempat diancam bakal digugat Rp 57 miliar oleh pemilik bangunan cucian mobil itu jika nekat mengeksekusi.
“Saya bilang lanjutkan. Teruskan hingga dieksekusi,” kata dia.
Ancaman gugatan Rp 57 miliar itu pun tidak digubris Wahyu karena dia memiliki dasar hukum dan regulasi yang kuat.
Akhirnya ancaman Rp 57 miliar itu hanyalah ancaman. Pemkot Malang hanya membayar Rp 400 juta untuk eksekusi bangunan cucian mobil itu.
“Saya itu punya pemahaman terhadap regulasi, kemudian sata juga tanya beberapa ahli hukum, kemudian juga ini saya panggil Kadis PU, konsultasikan. Dan akhirnya kami membayar hanya Rp 400 juta sekian. Padahal minta lebihnya dari itu,” tuturnya.
Wahyu sendiri mengatakan, eksekusi bangunan cucian mobil itu perlu segera dilakukan karena rawan kecelakaan.
Jika bangunan itu masih ada, sejumlah kendaraan bakal rawan alami kecelakaan karena jalan yang sempit.
“Bayangkan jika itu terus dibiarkan bakal ada berapa korban jiwa. Maka dari itu kami mengupayakan untuk segera eksekusi,” tutupnya. (bob)








