Libur Nataru, Kunjungan Wisatawan ke Kampung Heritage Kajoetangan Tembus 2.000 Orang per Hari

Kampoeng Heritage Kajoetangan masih menjadi salah satu favorit destinasi wisata di Kota Malang.(blok-a.com/Yogga Ardiawan)
Kampoeng Heritage Kajoetangan masih menjadi salah satu favorit destinasi wisata di Kota Malang.(blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata, salah satunya ke Kampung Heritage Kajoetangan yang berada di pusat Kota Malang. Destinasi wisata berbasis sejarah ini kembali dipadati pengunjung selama momentum libur akhir tahun.

Pantauan blok-a.com di lokasi pada Sabtu (27/12/2025), sejumlah spot foto di Kampung Heritage Kajoetangan terlihat ramai dipenuhi wisatawan yang mengabadikan momen libur Nataru.

Kawasan dengan deretan rumah peninggalan era kolonial Belanda tersebut menjadi daya tarik utama pengunjung.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Heritage Kajoetangan, Mila Kurniawati, mengatakan ribuan wisatawan tercatat mengunjungi destinasi tersebut setiap harinya. Peningkatan jumlah pengunjung mulai terlihat sejak pertengahan Desember 2025.

“Selama libur Nataru ini wisatawan mulai berdatangan dan meningkat sejak dua minggu lalu,” kata Mila, Sabtu (27/12/2025).

Ia menjelaskan, sejak 13 Desember 2025, rata-rata jumlah pengunjung Kampung Heritage Kajoetangan mencapai 1.000 hingga 2.000 orang per hari. Angka tersebut meningkat hingga 100 persen dibandingkan hari biasa.

“Hari biasa weekday sekitar 700 hingga 1000 di momen libur Nataru wisatawan mencapai sekitar 1000 hingga 2000,” terangnya.

Mila menambahkan, kunjungan wisatawan pada libur Nataru tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada 2024 lalu. Ia memperkirakan kenaikan mencapai 10 hingga 20 persen.

“Pada 2024 lalu kunjungan libur Nataru sekitar 750 hingga 1500. Peningkatan ini mungkin Kampung Heritage Kajoetangan lebih dikenal dalam skala nasional,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyebut Kayutangan Heritage bersama sejumlah kampung tematik lainnya masih menjadi destinasi favorit wisatawan.

“Jumlah kunjungan dipastikan meningkat seiring libur sekolah dan Nataru. Kayutangan Heritage tetap menjadi salah satu destinasi utama,” kata Baihaqi.

Menurut Baihaqi, lonjakan kunjungan wisatawan tersebut berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi warga sekitar, terutama pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Koridor jalan selalu ramai, aktivitas wisata hidup, dan UMKM kuliner ikut tumbuh. Dampaknya terasa langsung bagi perekonomian warga,” jelasnya. (yog/lio)