Siswa Disabilitas Malang Raya Menunjukan Potensi, Mulai dari Model Hingga Pelukis Topeng Malang

Siswa Disabilitas Malang Raya Menunjukan Potensi, Mulai dari Model Hingga Pelukis Topeng Malang
Siswa Disabilitas Malang Raya Menunjukan Potensi, Mulai dari Model Hingga Pelukis Topeng Malang

Kota Malang, blok-a.com – Sejumlah siswa disabilitas Malang Raya menampilkan parade Karnival Istimewa di sekitaran Alun-Alun Tugu Malang.

Siswa dari Sekolah Luar Bisa (SLB) Malang Raya itu nampak mengenakan kostum megah dan berkeliling di Alun-alun Tugu Kota Malang.

Setelah berjalan bak fashion show di Alun-Alun Tugu Kota Malang, para siswa disabilitas itu lalu ke Gedung DPRD Kota Malang. Terdapat acara di sana. Acara itu adalah puncak Festival Melukis & Mewarnai Topeng.

Dalam acara puncak itu, siswa disabilitas itu juga menampilkan keahliannya seperti menyanyi, menari hingga qiroah. Setelah menampilkan potensi diri, diumumkan pula jura kompetisi melukis dan mewarnai topeng.

Ketua Panitia, Maria Carmela Nur Indri Hariani menjelaskan, kegiatan ini diikuti siswa disabilitas atau Anak Bekebutuhan Khusus (ABK) dari 28 lembaga pendidikan yang ada di Malang Raya.

Tujuan dari gelaran acara ini adalah untuk memberikan wadah anak-anak ABK Malang Raya menunjukan potensinya.

“Jadi hari ini tujuannya adalah menunjukan bahwa anak-anak ABK itu mempunyai potensi dan bisa mandiri,” kata dia.

Dalam acara itu memang, baik ABK atau anak difabel yang menyanyi ataupun menari skillnya bisa diacungi jempol. Beberapa hadirin terkesan akan suara dan gerakan penampil yang merupakan ABK itu.

Hal itu dibuktikan dengan tepuk tangan seusai setiap penampilan.

Menurut Maria, acara ini adalah bentuk apresiasi terhadap siswa ABK mulai dari tunarungu, tunagrahita, hingga autis yang memiliki bakat. Bahkan bakat mereka sudah terbukti meraih prestasi di tingkat provinsi hingga nasional.

“Jadi anak-anak difabel yang tampilkan hari ini itu sebenarnya sudah punya prestasi tingkat kota, provinsi bahkan nasional. Ada 12 bidang keterampilan vokasi yang mereka ampu di sekolah-sekolah,” kata dia.

Sementara itu, acara ini juga mempersiapkan para ABK Malang Raya untuk bekerja. Seperti diketahui, 28 lembaga yang mendidik para ABK itu bekerjasama dengan DMart Tithiektenger dalam pengembangan keterampilan vokasi para siswa.

Kerjasama itu tujuannya untuk menyiapkan siswa ABK itu siap beraaing di lapangan kerja.

Saat ini instansi pemerintahan sudah menerapkan 20 persen serapan tenaga kerjanya adalah penyandang disabilitas.

“Kalau di lembaga swasta 10 persen. Sementara lainnya, asalkan tingkat ketidakmampuannya tak lebih dari 50 persen, mereka juga bisa berwirausaha,” imbuhnya. (bob)