Kota Malang, blok-a.com – Keyakinan muncul bahwa tengkorak yang ditemukan terkubur di pinggir Sawojajar Kota Malang adalah korban mutilasi.
Seperti diketahui, polisi menemukan tengkorak dan juga telapak kaki dan tangan terkubur di pinggir sungai di daerah Sawojajar Kota Malang.
Tengkorak itu diduga kuat adalah milik korban mutilasi di Sawojajar Kota Malang berinisial AP asal Surabaya. Pelakunya sendiri adalah Abdurahman seorang terapis pijat yang merupakan penghuni kos di Sawojajar Kota Malang.
Tengkorak itu pun kini telah dibawa ke rumah sakit untuk memastikan bahwa memang itu adalah milik AP.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto menjelaskan, keluarga AP dari Surabaya sudah datang ke Malang.
Keluarga sudah melihat potongan-potongan tubuh termasuk tengkorak yang ditemukan polisi terkubur di pinggir sungai daerah Sawojajar, Kota Malang. Keluarga melihat potongan tubuh itu di RSSA Kota Malang
“Pihak keluarga sudah melihat langsung kondisi jenazah korban. Dan pihak keluarga memiliki keyakinan bahwa jenazah tersebut benar adalah korban,” jelas Danang dikonfirmasi awak media, Senin (8/1/2024).
Danang menjelaskan, keluarga AP yakin bahwa tengkorak itu adalah anggota keluarganya karena adanya tambalan gigi di sebelah kiri pada tengkorak itu.
“Keyakinan itu didasarkan karena adanya tambalan lepas pada bagian gigi seri sebelah kiri,” jelasnya.
Meskipun ada keyakinan keluarga akan tengkorak itu adalah AP, Danang tetap melakukan penanganan secara forensik. Dia ingin memastikan bahwa tengkorak itu adalah AP bukan korban pembuhan lainnya.
“Meskipun begitu penanganan secara forensik tetap kami lakukan untuk mendapatkan keterangan dari dokter forensik,” jelasnya.
Sebagai informasi, polisi telah mengungkap kronologi mutilasi di Sawojajar Kota Malang itu. Kronologi ini terungkap setelah polisi memeriksa Abdurahman sebagai pelaku mutilasi. Dia sudah mengakui perbuatannya.
Awal mulanya adalah pada Juni 2023 lalu. AP tertarik dengan jasa ilmu pelet di Sawojajar Kota Malang yang disediakan Abdurahman. Jasa ilmu pelet itu AP tahu dari media sosial.
Pada Juni 2023 itu AP langsung ke kos Abdurahman. Dia ingin jasa ilmu pelet untuk membuat orang yang ia suka, tertarik juga ke AP.
Namun, berbulan-bulan berlalu, AP menduga ilmu pelet tak mempan. Orang yang dipelet tak kunjung suka kepadanya.
Akhirnya pemilik kafe di Kota Batu itu datang lagi ke kos Abdurahman di Sawojajar Kota Malang.
Dia menanyakan, bagaimana ilmu pelet itu berjalan.
Namun bukannya jawaban yang ia terima. AP malah cekcok dengan Abdurahman. Adu fisik sempat terjadi.
Hingga akhirnya Abdurahman mengambil celurit di bawah mejanya. Celurit itu digunakannya dua kali melukai AP hingga tewas pada 15 Oktober 2023.
Keesokan harinya 16 Oktober 2023, Abdurahman membeli pisau potong. Pisau itu digunakannya untuk memutilasi jasad AP menjadi 9 bagian.
Abdurahman juga ingin aksinya ini tidak terendus. Ada tiga kantong plastik ia siapkan untuk menyingkirkan barang bukti.
Kantong plastik pertama digunakannya untuk membungkus beberapa potong badan korban, seperti kepala, telapak tangan dan kaki. Plastik ini akhirnya dikuburkannya di pinggir sungai dan akhirnya terbongkar oleh polisi.
Sementara plastik kedua dan ketiga digunakannya untuk membungkus pisau dan baju korban serta beberapa potongan tubuh korban yang sudah tercincang. Dua kantong plastik itu dibuangnya ke sungai.
Awalnya, Abdurahman merasa upayanya itu sukses. 3 bulan tidak terendus polisi.
Namun, polisi tetap berusaha mengendus aksi mutilasi itu dengan berbekal laporan bahwa AP hilang dari Polda Jatim pada 15 Oktober 2023.
Akhirnya polisi berbekal laporan itu mencari keberadaan AP hingga akhirnya terungkaplah bahwa AP sudah tiada dan dimutilasi Abdurahman. (ags/bob)








