Kota Malang, blok-a.com – Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat membuka rapat koordinasi untuk menjaga konsistensi dan kewaspadaan dalam menahan laju inflasi.
Rapat tingkat tinggi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang tersebut dilaksanakan di di Hotel Shalimar pada hari Selasa (30/1/2024).
Rapat tingkat tinggi ini dilaksanakan terkait dengan kemungkinan meningkatnya harga beberapa komoditas di Kota Malang. Wahyu menegaskan agar TPID memperhatikan hari-hari besar ke depan untuk menahan laju inflasi di Kota Malang, termasuk Imlek, Isra Miraj, cuti bersama, Pemilu, puasa Ramadan, dan Idul Fitri.
“Tentu ada beberapa strategi untuk bisa mengendalikan laju inflasi tersebut. Termasuk kemarin kita sudah menyepakati untuk melaksanakan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan beberapa daerah di sekitar Kota Malang untuk mengintervensi beberapa komoditas yang kemungkinan harganya bisa naik,” tutur Wahyu.
Wahyu menyampaikan bahwa komoditas yang perlu diwaspadai melibatkan beras, daging sapi, dan jagung. Strategi pencegahan kenaikan harga telah ditetapkan, seperti penyaluran beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) di Kecamatan Klojen dan Blimbing dengan subsidi ongkos dari Bulog.
“Jadi kita berikan subsidi. Terutama subsidi ongkos dari Bulog ke toko-toko. Maka, kita menjual harganya tidak jauh dengan Bulog. Tetapi yang jelas kita akan gelontor dan pasti lebih murah daripada distributor,” jelasnya.
Pemkot Malang juga mencadangkan anggaran tidak terduga pada tahun 2023 sebesar Rp 2 miliar, yang akan disesuaikan dengan jenis intervensi terhadap komoditas terkait pada tahun ini.
Dalam kesempatan itu, Wahyu juga meminta Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) untuk melakukan KAD dalam mengendalikan harga daging sapi dan jagung. Selain itu, Wahyu juga menyampaikan Pemerintah Kota Malang akan menggelontorkan beras bantuan di Kecamatan Blimbing dan Klojen.
Tidak hanya untuk jangka pendek, Pemkot Malang akan tetap waspada terhadap potensi kenaikan harga komoditas pangan di masa mendatang. Oleh karena itu, Pemkot Malang bersama TPID Kota Malang sudah menyusun strategi, termasuk kerja sama antardaerah (KAD).
Berdasarkan hasil rapat dengan Kemendagri yang dilakukan secara online pada hari Senin (29/1/2024) kemarin, Pemkot Malang menyatakan akan bekerja sama dengan daerah-daerah penyalur untuk menjaga stok daging sapi dan jagung. Intervensi ini dilakukan sebelum harga komoditas tersebut melonjak. (mg3/bob)








