Mudik Gratis Pengaruhi Jumlah Armada Bus Beroperasi di Terminal Arjosari

Suasana Terminal Arjosari Kota Malang, Senin (15/4/2024) (blok-a/Satria Akbar Sigit)
Suasana Terminal Arjosari Kota Malang, Senin (15/4/2024) (blok-a/Satria Akbar Sigit)

Kota Malang,blok-a.com – Banyaknya program mudik gratis yang ditawarkan oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Malang dan Polresta Malang Kota ternyata berdampak pada jumlah armada bus umum yang beroperasi di Terminal Arjosari.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Terminal Arjosari Maria Margareta saat diwawancara Blok-A.com pada hari Senin (15/4/2024).

Diketahui, Pemerintah Kota Malang bersama Polresta Malang Kota memberangkatkan 13 armada bus untuk mudik gratis tahun ini. 10 armada bus disediakan oleh Pemerintah Kota Malang dengan masing-masing bus memiliki kapasitas 45 orang penumpang.

“Program ini bisa menjadi salah satu faktor untuk pengendali inflasi, karena penyumbang inflasi kalau di bulan yang berbarengan dengan Lebaran seperti ini salah satunya adalah biaya transport. Salah satu program kita itu kan bagaimana bisa menekan inflasi dengan menggunakan program mudik gratis seperti ini,” terang Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso saat acara pemberangkatan sebelum lebaran lalu.

Terkait dengan banyaknya program mudik gratis yang disediakan instansi-instansi di berbagai daerah, termasuk di Kota Malang, ternyata berpengaruh langsung dalam fenomena berkurangnya armada umum ini.

“Tahun lalu mudik gratisnya Cuma sedikit ya, kalau tahun ini besar-besaran. Dari Pemkot Malang mengadakan, dari Pemkot Surabaya juga ada, dari Pemprov juga. Ada beberapa PO yang notabene diajak bekerja sama dalam rangka mudik gratis. Jadi bus regulernya tidak sebanyak tahun kemarin,” terangnya.

Selain berdampak kepada jumlah armada bus regular yang beroperasi, Maria mengatakan bahwa jumlah penumpang juga ada penurunan walau tidak signifikan. 

Karena itu, dengan jumlah armada yang sedikit berkurang dan penumpang yang masih banyak, maka bus-bus yang beroperasi di Terminal Arjosari biasanya dipenuhi oleh penumpang.

“Secara bus nya, menurun. Kendaraan yang keluar-masuk menurun tapi untuk penumpang masih tinggi. Karena jumlah bus-nya berkurang, penumpangnya jadi full,” jelas Maria.

Maria juga mengatakan bahwa animo masyarakat untuk memilih bus sebagai sarana transportasi mudik dan balik di tahun ini  masih tinggi. Bus masih menjadi moda transportasi antar kota pilihan masyarakat, nomor dua setelah kereta api.

“Bus masih menjadi moda transportasi pilihan kedua masyarakat, setelah kereta api. Karena itu masyarakat masih sangat tinggi minatnya untuk menggunakan bus,” terang Maria. (art/bob)