Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota Malang saat ini sedang menanti keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait rencana mengubah Taman Krida Budaya menjadi hotel bintang lima.
Menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arief Tri Sastyawan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih dalam proses menentukan pihak ketiga yang akan mengisi bangunan yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta tersebut.
“Pihak investor saat ini masih dalam proses di Pemerintah Provinsi, informasinya seperti itu. Entah itu terkait kerjasama pemanfaatan atau lainnya, masih dalam tahap negosiasi dengan Pemerintah Provinsi,” terang Arief.
Apabila pihak ketiga telah dipilih nanti, Disnaker-PMPTSP akan membantu dalam fasilitasi segala perizinan yang diperlukan.
“Apabila sesuai dengan ketentuan hukum dan syarat-syarat yang berlaku, Pemerintah Kota Malang pasti akan memberikan dukungan. Memang, salah satu target utama Kota Malang adalah untuk mendorong investasi sebesar-besarnya,” tuturnya.
Rencana Taman Krida Budaya dijadikan hotel bintang lima ini memantik perbincangan hangat karena potensi perubahan signifikan dalam pemanfaatan ruang publik di Kota Malang.
Dalam hal ini, Arief mengatakan prosesnya tetap akan melibatkan partisipasi masyarakat, terutama dalam Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) untuk memastikan segala aspek dipertimbangkan dengan baik.
“Warga Kota Malang tidak perlu khawatir. Mereka akan dilibatkan dalam pembahasan, termasuk dalam analisis dampak lalu lintas (andalalin) dan analisis dampak lingkungan (amdal). Dengan demikian, masukan dari warga akan dimasukkan dalam amdal tersebut nanti,” jelasnya.
Prediksinya, kehadiran hotel baru di Kota Malang tidak hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tetapi juga mendukung target investasi sebesar Rp 1,4 triliun yang ditetapkan untuk tahun 2024.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan hotel ini bukanlah inisiatif tunggal dalam upaya memajukan sektor pariwisata di wilayah tersebut. Hal ini juga tidak berhubungan secara langsung dengan usulan pembuatan Kayutangan Heritage versi Jalan Soekarno-Hatta (Soehat).
Namun, Arief tak menyangkal, pembangunan hotel bintang lima di Taman Krida Budaya itu akan menjadi bagian penting jika kawasan Soehat disulap menjadi pusat wisata milenial.
“Harapannya juga untuk mendongkrak kawasan Soehat, karena saat ini di Soehat semuanya sudah ada. Mulai dari kuliner, fashion, cafe ada semua. Malah hotel yang belum tersedia di sana,” tuturnya. (art/bob)








