Kabupaten Malang, blok-a.com – Seorang nenek bernama Misna (64) warga Dusun Krajan RT 010 RW 002 Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, ditemukan tewas di area persawahan Kecamatan Kepanjen usai tertabrak Kereta Api Penataran.
“Korban tertabrak KA (Kereta Api) Penataran di jalur Rel Kereta Api KM 69 + 600/400 petak jalan Ngebruk – Kepanjen, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, sekitar pukul 18.34 dan dilaporkan sekitar pukul 19.30, Senin (23/9/2024) malam,” kata Kapolsek Kepanjen AKP Much Lutfi saat dikonfirmasi awak media, Selasa (24/9/2024).
Dijelaskan perwira yang pernah menjabat Kapolsek Pakis, kejadian diketahui bermula dari Masinis Kereta Api Penataran jurusan Blitar – Surabaya memberitahukan kepada Anggriya Rangga Siwi selaku petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) melalui telpon bahwa telah terjadi kecelakaan antara kereta api. Sebelum terjadi kecelakaan tersebut ada seorang perempuan terlihat duduk di atas rel.
“Informasi dari Masinis Umar Sanjaya dan Ass. Masinis Dita Iwan Tri Setiawan bahwa saat melintas di TKP melihat ada seseorang perempuan yang sedang duduk di atas rel,” terang AKP Lutfi.
Masinis pun dari jarak kurang lebih 100 meter dari perempuan itu sudah membunyikan klakson berkali-kali. Namun korban tidak segera beranjak dari duduknya sehingga terjadi kecelakaan.
“Korban terpental ke areal persawahan di sisi timur rel yang berjarak kurang lebih 5 meter dari rel kereta api dan korban meninggal dunia akibat mengalami luka robek pada kepala sebelah kiri, tangan kiri patah, dan kaki kanan patah.” Imbuhnya
Selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Kepanjen untuk dilakukan otopsi .
Namun pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan tindakan medis dari RSUD Kanjuruhan baik visum maupun otopsi terhadap jenazah.
Karena pihak keluarga menyadari kejadian tersebut sebagai musibah dan korban diketahui sudah pikun serta sering linglung.
“Pihak keluarga korban membuat surat pernyataan penolakan visum atau otopsi dengan diketahui oleh Kades Karangsari Kecamatan Bantur Kabuoaten .Malang,” tukasnya.








