Hasil Survei Pilbup Malang 2024: Cabup Terseret Kasus Korupsi Tidak Dipilih

Founder SeMART Politica, Dito Arief saat merilis survei Pilbup Malang 2024 (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Founder SeMART Politica, Dito Arief saat merilis survei Pilbup Malang 2024 (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Sejumlah lembaga survei telah merilis hasil survei Jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang 2024. Salah satunya yakni SeMART POLITICA, hasilnya pasangan Sanusi – Lathifah unggul dibandingkan rivalnya.

Hasil survei Pilbup Malang 2024 yang dirilis Rabu (9/10/2024) lalu, salah satunya menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Malang menginginkan Calon Bupati (Cabup) yang bersih dari kasus korupsi.

Founder SeMART Politica, Dito Arief menerangkan, selain elektabilitas dan tingkat kesukaan. Ia juga menanyakan terkait beberapa isu yang tengah ramai diperbincangkan publik kepada responden.

Termasuk, isu terkait dugaan korupsi Jasmas yang tengah bergulir di DPRD Provinsi Jawa Timur.

“Dari hasil survei masyarakat menganggap calon bupati diduga terkait korupsi Jasmas tidak layak untuk dipilih dengan jumlah prosentase 64,1 persen,” kata Dito saat ditemui beberapa waktu lalu.

Meskipun belum banyak yang mengatahui isu tersebut. Namun, ketidakinginan masyrakat memiliki Cabup yang terseret dugaan korupsi cukup besar, yakni mencapai 87,0 persen.

“Isu adanya dugaan korupsi Jasmas anggota DPRD Provinsi Jawa Timur memang baru 4,1 persen masyarakat yang baru mengetahui,” ungkapnya.

Dito menerangkan, jumlah masyarakat yang mengaku tidak mengetahui dugaan korupsi Jasmas melibatkan salah satu Cabup yang kini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena beberapa faktor.

Pertama, kurangnya informasi dari media massa yang mengungkap proses pengungkapan dugaan korupsi melibatkan anggota DPRD Jawa Timur periode 2019-2023 tersebut.

“Hanya masyarakat kelompok tertentu yang mengetahui adanya penanganan kasus dugaan korupsi Jasmas yang melibatkan salah satu calon bupati itu. Mungkin karena kurangnya pemberitaan,“ bebernya.

Ia memaparkan, survei Pilbup Malang tersebut dilakukan melalui tatap muka oleh pewawancara terlatih. Dengan target responden seluruh warga Kabupaten Malang berusia 17 tahun keatas atau yang telah menikah.

Sedangkan untuk margin eror kurang lebih 4,8%. Survei dilakukan dalam periode 28 September 2024 sampai dengan 4 Oktober 2024 dengan jumlah responden sebanyak 440 orang.

Sebagai informasi, KPK telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi dalam pengurusan dana hibah untuk kelompok masyarakat (Pokmas) dari di Pemerintah Provinsi Jawa Timur dari APBD Jawa Timur Tahun Anggaran 2019-2022, di Mapolresta Malang Kota.

Dari sejumlah saksi yang terlibat, KPK menetapkan 21 tersangka salah satunya mantan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sahat Tua Simanjuntak yang telah dinyatakan bersalah dan divonis sembilan tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. (ptu/bob)