Kabupaten Malang, blok-a.com – Wilayah Malang Raya dan sekitarnya dilanda dengan suhu udara panas dalam beberapa pekan terakhir.
Bahkan, di sejumlah titik di Malang suhu panas mencapai 35 derajat celsius, hingga menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Prakirawan Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Edythya Ferlani Wua menerangkan, kenaikan suhu udara disebabkan dari gerak semu matahari.
“Pada bulan September, matahari berada tepat di garis khatulistiwa (titik equinox), selanjutnya bergerak menuju selatan,” kata Edythya saat dikonfirmasi, Selasa (15/10/2024).
Selain itu, sambung Edythya, juga disebabkan adanya efek urban heat island. Artinya, suhu di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya yang lebih rural (pedesaan), karena kepadatan bangunan, efek rumah kaca dan kurangnya vegetasi.
“Kemudian, juga adanya perubahan iklim seperti pemanasan global dapat mempengaruhi suhu lokal,” tambahnya.
Meningkatkan suhu udara ini tentunya berdampak ke sejumlah sektor, termasuk terhadap kesehatan. Edythya merinci, beberapa dampak yang berpotensi yakni dehidrasi, kelelahan akibat panas ekstrem, heat stroke hingga gangguan pernapasan.
Dia pun mengingatkan, agar warga Malang untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung untuk antisipasi dampak suhu panas saat ini.
“Antisipasi yang dapat dilakukan yakni dengan menghindari paparan sinar matahari langsung, minum air putih yang cukup, hindari aktivitas di luar ruangan pada jam terpanas antara jam 10.00 hingga 15.00 WIB,” pungkasnya. (ptu/bob)








