UIBU Sambut 2.500 Mahasiswa Baru Lewat OSPEK Samba dengan Konser Musik

Suasana Ospek Bertajuk SAMBA UIBU di Kampus C UIBU, Sabtu (1/11/2025) (blok-a/Bob Bimantara Leander)
Suasana Ospek Bertajuk SAMBA UIBU di Kampus C UIBU, Sabtu (1/11/2025) (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Universitas Ibu (UIBU) menghadirkan konsep baru dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru (OSPEK) bertajuk Samba (Sambut Mahasiswa Baru), yang digelar Sabtu (1/11/2025) di Kampus C UIBU. Tak sekadar pengenalan kampus, acara ini dikemas meriah layaknya konser musik dengan menghadirkan deretan artis dan musisi nasional.

Mengusung tagline “Mereka OSPEK, Kita SAMBA. Mereka GABUT, Kita HEPPIEE”, Samba UIBU menghadirkan penampilan dari Fandi Kerispatih N Friends, DJ Leni Okta, Harry Almer, dan Jacky Reagy. Panggung megah di halaman kampus pun menjelma jadi arena hiburan mahasiswa dengan alunan musik dan sorotan lampu warna-warni.

Suasana makin pecah ketika Rektor Universitas Ibu (UIBU), Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., ikut naik ke panggung dan menyanyikan lagu  Ikke Nurjana, “Memandangmu” yang diiringi band. Aksi spontan itu disambut tepuk tangan meriah dan sorak sorai dari ribuan mahasiswa baru yang memadati area kampus.

“Mahasiswa baru itu bukan untuk diorientasi, tapi diberikan kenyamanan. Karena dengan kenyamanan itu mereka akan merasa bahagia,” ujar Sam Rektor, sapaan akrabnya.

Ia menegaskan, ilmu pengetahuan yang diterima di kampus adalah rezeki yang patut disyukuri, bukan beban yang menekan.

“Ilmu dari institusi itu rezeki. Karena diberi rezeki, maka sikap mahasiswa harus dua: happy dan syukur. Rezeki itu bukan cuma uang atau kesehatan, tapi juga ilmu. Dan ilmu inilah yang akan membawa mereka memperoleh rezeki berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Dr. Nurcholis juga menyampaikan bahwa UIBU pada tahun akademik 2025/2026 menerima 2.500 mahasiswa baru, di mana sekitar 1.500 mahasiswa mengikuti kegiatan Samba secara langsung di kampus, sementara sisanya mengikuti secara daring.

“Hari ini kita menerima 2.500 mahasiswa baru, tapi yang mengikuti kegiatan di kampus sekitar 1.500 orang karena sebagian mengikuti secara online,” ungkapnya.

Konsep Samba sudah mulai diterapkan sejak tahun lalu dan kini memasuki tahun kedua di Universitas Ibu. UIBU menegaskan bahwa orientasi mahasiswa baru harus bebas tekanan dan memperkuat semangat happy learning.

“Mahasiswa tidak boleh terbebani, baik soal biaya maupun hal-hal lain. Kuliah di UIBU harus happy,” tegas Dr. Nurcholis.

Dalam sistem pembelajarannya, UIBU juga mengubah paradigma absensi menjadi berbasis karya.

“Absensi itu bisa berupa karya, bukan sekadar kehadiran. Selain kuliah tatap muka dan online, kami juga menyiapkan bahan post-faktum — materi yang bisa diakses kapan saja lewat link universitas,” tambahnya.

Melalui Samba UIBU, kampus ini ingin menanamkan bahwa ilmu adalah rezeki, dan rasa syukur serta kebahagiaan adalah kunci untuk menimba ilmu secara berkelanjutan. (bob)