Malang, Blok-a.com – Di tengah maraknya destinasi wisata baru di Malang, generasi muda kini punya banyak pilihan untuk menghabiskan akhir pekan. Dari cafe bernuansa alam, taman kota instagramable, hingga wisata hiburan modern. Semua menawarkan pengalaman yang lebih bervariasi dibandingkan wisata lama seperti Tlogomas.
Hal itu seperti yang dirasakan Putri (22), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang. Saat ditemui setelah kuliah sore, Putri bercerita bahwa pola wisatanya sebagai anak muda sudah banyak berubah. Baginya, tempat wisata bukan hanya soal refreshing, tetapi juga soal “ada apa yang bisa dibawa pulang,” misalnya dalam bentuk foto atau konten.
“Kalau sekarang sih aku lebih suka tempat yang bisa foto-foto dan suasananya enak buat nongkrong, Kak. Kayak café view, taman kota yang rapi, atau ke Batu yang ada wisata-wisata baru. Soalnya kalau liburan tuh sekalian nyari konten juga,” jelasnya sambil merapikan tas, ujarnya kepada Blok-a.com, Rabu (12/9/25).
Ketika ditanya soal Tlogomas, Putri tertawa kecil sebelum menjawab. Ia mengaku terakhir masuk ke dalam area wisata itu ketika masih SMA.
“Terakhir ke Tlogomas itu pas SMA, itupun diajak sepupu. Sekarang jujur nggak kepikiran buat balik, soalnya menurutku ya gitu-gitu aja. Tempatnya kayak nggak banyak berubah dari jaman aku kecil,” kata pemudi asal Malang Selatan ini.
Menurut Putri, bukan berarti Tlogomas tidak layak dikunjungi. Namun, perkembangan wisata di Malang membuat anak muda cenderung mencari tempat yang menghadirkan pengalaman baru. Bahkan sekadar layout tempat yang lebih tertata atau spot foto yang menarik bisa sangat menentukan minat mereka.
“Iya, kurang cocok. Anak-anak muda pengennya tempat yang estetik atau minimal ada spot foto yang kekinian. Kalau Tlogomas vibe-nya masih kayak kolam renang keluarga lama. Nggak ada hal baru yang bikin penasaran atau pengen balik lagi,” ujar mahasiswi semester lima ini.
Putri menyebut bahwa kini wisata menjadi bagian dari gaya hidup. Tempat yang mereka kunjungi sering kali dipilih berdasarkan apa yang mereka lihat di media sosial. TikTok, kata Putri, punya pengaruh besar dalam menentukan tren wisata anak muda.
Meski begitu, Putri putri percaya bahwa Tlogomas masih punya kesempatan untuk menarik generasi muda asal ada perubahan nyata dan tidak setengah-setengah.
“Mungkin kalau mereka renov total beberapa area, terus bikin konsep yang lebih modern. Ditambah spot foto, area nongkrong, atau event rutin kayak live music kecil-kecilan. Terus promosinya harus aktif di TikTok. Anak muda sekarang kan lihat rekomendasi dari sana,” tambahnya. (mg1/gni)
Penulis: Rosa Dwi Eliyah (Mahasiswa Magang UTM Bangkalan)







