Nostalgia Kala Taman Rekreasi Tlogomas Masih Jadi Primadona Wisata Kota Malang

Taman Rekreasi Tlogomas (foto: M. Naufal Abiyyu/Blok-a.com)
Taman Rekreasi Tlogomas (foto: M. Naufal Abiyyu/Blok-a.com)

Malang, Blok-a.com – Bagi warga Malang, Taman Rekreasi Tlogomas pernah menjadi ruang rekreasi yang menyimpan banyak cerita. Bukan sekadar kolam renang, melainkan ikon wisata keluarga yang populer sebelum munculnya berbagai destinasi modern di Malang Raya. Kenangannya masih hidup dalam cerita para pengunjung lama dan karyawan yang telah mengikuti perjalanan Tlogomas sejak masa jayanya.

Lilik, 58 tahun, adalah salah satu pengunjung yang mengenal Tlogomas sejak kecil. Ia masih mengingat betapa padatnya tempat ini pada akhir pekan. Baginya, Tlogomas adalah tempat bermain masa kecil yang meninggalkan kesan mendalam.

“Dulu sangat ramai, dan tiketnya waktu itu sekitar 20 ribu. Pada saat itu fasilitas masih bagus,” ujarnya ketika diwawancarai di dalam wisata Tlogomas, Rabu (12/11).

Pengunjung lainnya, Titik, yang seusia dan kini rutin berenang di komunitas yang sama, merasakan hal serupa. Ia mengingat Tlogomas sebagai tempat favorit keluarga, sebuah lokasi rekreasi yang ramai dan terjangkau. Suasana hiruk-pikuk anak-anak, keluarga yang datang bergerombol, hingga keceriaan di taman wisata menjadi bagian dari pengalaman mereka.

Kedua pengunjung ini juga melihat perubahan besar ketika tempat-tempat wisata modern di Batu bermunculan. Tlogomas yang dulunya menjadi salah satu destinasi utama, perlahan tergeser oleh tempat yang menawarkan fasilitas lebih baru dan bervariasi. Namun bagi mereka yang tumbuh bersama Tlogomas, daya tarik historisnya membuat tempat ini tetap memiliki nilai khusus.

Cerita dari dalam datang dari Isa, karyawan yang sudah bekerja 12 tahun di Tlogomas. Ia menyaksikan langsung pergeseran suasana dari masa ramai hingga hari ini. Menurutnya, kondisi sekarang sangat berbeda dengan dulu ketika pengunjung masih memadati area wisata.

Ia mengingat masa ketika fasilitas masih terawat dan beberapa wahana penunjang masih berfungsi.

“Dulu kan ada taman wisatanya, kayak taman edukasi,” jelasnya saat ditemui di area loket tiket wisata Tlogomas Rabu (12/11).

Lebih banyaknya karyawan pada masa itu membuat perawatan berjalan lebih baik dan area wisata selalu terlihat hidup.

Masa kejayaan juga ditandai dengan kedatangan rombongan sekolah yang rutin berenang, serta keluarga yang menjadikan Tlogomas sebagai pilihan utama rekreasi. Aktivitas itu membuat suasana selalu hidup, dan Tlogomas menjadi tempat yang diingat banyak orang sebagai bagian dari cerita masa kecil mereka. (mg2/gni)

Penulis: Muhammad Naufal Abiyyu (mahasiswa magang UTM Bangkalan)