Resmi Dibuka, Wajah Baru Alun-alun Merdeka Kota Malang Lebih Ramah Keluarga

Tampilan baru air mancur di Alun-alun Merdeka Kota Malang. (blok-a.com / M Berril Labiq)
Tampilan baru air mancur di Alun-alun Merdeka Kota Malang. (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Wajah baru Alun-alun Merdeka Kota Malang resmi dibuka untuk publik, Rabu malam (28/1/2026). Usai direvitalisasi melalui program branding Bank Jatim senilai Rp5 miliar, ruang publik ikonik di jantung kota ini kini dilengkapi berbagai fasilitas baru, mulai dari playground anak, skatepark, ruang laktasi, air mancur dengan pencahayaan, hingga perbaikan toilet umum.

Peresmian dilakukan langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Ia menegaskan, revitalisasi dilakukan tanpa menghilangkan nilai sejarah dan identitas Alun-alun Merdeka yang selama ini dikenal sebagai landmark kota sekaligus simbol toleransi beragama karena berada di antara masjid dan gereja.

“Alun-alun Merdeka ini punya nilai historis dan identitas. Ini adalah ciri khas peninggalan tata kota masa lalu yang dirancang sedemikian rupa dan menjadi bagian dari sejarah panjang Kota Malang,” ujarnya saat peresmian.

Menurut Wahyu, sejumlah elemen dan artefak bersejarah tetap dipertahankan dalam proses penataan ulang. Titik-titik penting yang menjadi penanda awal berdirinya Alun-alun Merdeka tidak diubah.

“Walaupun ada perbaikan, wujud aslinya tidak kami tinggalkan. Sejarah dan identitas alun-alun tetap kami jaga,” katanya.

Selain nilai historis, Wahyu juga menekankan pentingnya fungsi Alun-alun Merdeka sebagai ruang terbuka hijau (RTH) milik Pemerintah Kota Malang yang berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk fungsi resapan air di tengah kepadatan kota.

“Alun-alun Merdeka ini adalah ruang terbuka hijau yang kita pertahankan agar bisa terus dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran wajah baru Alun-alun Merdeka dapat menjadi ruang sosial, ruang budaya, ruang ekonomi kreatif, sekaligus lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan masyarakat.

“Alun-alun ini kita harapkan menjadi ruang sosial, ruang budaya, ruang ekonomi kreatif, sekaligus ruang penyelenggaraan berbagai event. Dengan begitu, semua warga Kota Malang merasa memiliki,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan revitalisasi Alun-alun Merdeka dilaksanakan selama 105 hari, terhitung sejak 8 Oktober 2025 hingga 20 Januari 2026, sebelum akhirnya diresmikan pada 28 Januari 2026.

“Alhamdulillah, pelaksanaan revitalisasi dapat selesai tepat waktu sehingga malam ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Malang,” ujarnya.

Raymond menyebut, program ini merupakan bagian dari CSR Bank Jatim yang tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga menghadirkan fasilitas hiburan dan edukasi gratis yang bisa diakses semua kalangan.

“Kami bersyukur karena hasil revitalisasi ini bisa langsung dimanfaatkan sebagai sarana hiburan dan edukasi gratis bagi masyarakat Kota Malang,” katanya.

Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim, Tony Prasetyo, menambahkan revitalisasi Alun-alun Merdeka dirancang untuk mendukung aktivitas publik sekaligus menggerakkan ekonomi di sekitarnya.

“Kami berharap Alun-alun Merdeka dapat dimanfaatkan masyarakat Kota Malang dan turut mendukung pergerakan UMKM di sekitarnya,” ujarnya. (ber/bob)