Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang terus mendorong penguatan kolaborasi antar pelaku wisata di Kabupaten Malang. Komitmen tersebut diwujudkan dengan Sarasehan di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, guna mendongkrak kunjungan wisatawan menuju kawasan Wisata Bromo.
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, mengatakan fokus pengembangan tidak hanya pada Poncokusumo secara umum, tetapi secara spesifik menggali potensi Desa Wringinanom yang dinilai belum tergarap optimal.
“Wringinanom kita coba untuk menggali bersama-sama potensinya, kemudian kita angkat, lalu bagaimana kita mengkolaborasikan. Pokdarwis sudah jalan, tetapi ada beberapa destinasi yang belum diangkat,” ujarnya usai acara, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, salah satu persoalan utama adalah belum terintegrasinya pelaku usaha wisata, khususnya antara pengelola homestay dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Selama ini, masing-masing berjalan sendiri dalam mencari pasar.
“Selama ini homestay sendiri, Pokdarwis sendiri. Nah, ini disambungkan sehingga nanti ada paket wisata. Harapannya, lama tinggal wisatawan bisa bertambah sebelum naik ke Gunung Bromo,” jelasnya.
Selain itu, pelaku usaha juga mengeluhkan soal pemasaran dan persaingan usaha, terutama dengan penginapan yang memiliki kapasitas lebih besar. Namun, Firmando menilai kondisi tersebut bukanlah kompetisi langsung, melainkan peluang untuk memperkuat kolaborasi.
“Sebetulnya itu tidak bersaing. Pasarnya akan terbentuk sendiri. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi, promosi bersama, dan penguatan jejaring,” tegasnya.
Disparbud juga berencana mendorong kemudahan perizinan bagi pelaku usaha yang belum memiliki legalitas lengkap, agar dapat masuk dalam ekosistem pariwisata secara lebih luas.
Di sisi lain, pihaknya menyoroti kondisi fasilitas penunjang seperti rest area yang dinilai masih perlu pembenahan. Hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan akan disampaikan kepada pemerintah daerah.
“Nanti akan kami paparkan ke DPRD dan disampaikan ke Bupati, bagaimana agar fasilitas di sana bisa lebih nyaman,” katanya.
Sebagai langkah awal, Disparbud menggelar sarasehan bersama pelaku wisata sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas pariwisata yang sempat lesu, termasuk menggerakkan kembali potensi seni dan budaya lokal.
“Ini salah satunya melalui sarasehan untuk mengaktifkan kembali dan mendorong masyarakat agar ikut bergerak, sekaligus menambah destinasi yang ada di sini,” pungkasnya. (yog/bob)








