Kota Malang, blok-a.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pecatur muda Indonesia asal Kota Malang dalam ajang FIDE World Team Rapid and Blitz Chess Championship 2026 yang digelar di Hong Kong. Dua atlet Pelatnas Indonesia, Nayaka Budidharma dan Arjuna Satria Pamungkas, berhasil meraih penghargaan individu di tengah persaingan ketat melawan tim-tim terbaik dunia.
Bendahara Percasi Kota Malang sekaligus ibunda Nayaka, Lilis, menyampaikan kejuaraan tersebut merupakan Kejuaraan Dunia Catur Cepat dan Kilat Beregu yang diikuti 48 tim dari berbagai negara.
“Indonesia mengikuti dua kategori, yaitu rapid atau catur cepat dan blitz atau catur kilat. Tim-tim yang ikut ini tim-tim kuat dunia. Bahkan ada tim WR yang diperkuat Magnus Carlsen dan pemain-pemain papan atas dunia,” ujar Lilis saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).
Pada kategori rapid, Tim Indonesia berhasil menempati peringkat ke-24 dunia. Selain klasemen beregu, panitia juga memberikan penghargaan individu berdasarkan performa setiap papan.
“Nayaka mendapat peringkat satu untuk board tujuh atau papan ketujuh,” katanya.
Prestasi tersebut diraih setelah Nayaka tampil konsisten sepanjang turnamen. Meski harus berhadapan dengan pemain-pemain elite dunia, ia mampu mengumpulkan poin tinggi dari pertandingan yang dijalaninya.
“Yang pasti karena lawannya orang-orang hebat, ya pasti jungkir balik. Tapi alhamdulillah dari 11 babak yang dia ikuti, dia bisa mengumpulkan sekitar 8,5 poin sehingga mendapat penghargaan best board,” ungkap Lilis.
Sementara itu, pada kategori blitz atau catur kilat, Tim Indonesia berhasil menembus babak 16 besar dunia. Kompetisi tersebut menggunakan sistem grup sebelum memasuki fase gugur.
“Untuk catur kilat, Indonesia masuk 16 besar. Dari empat grup diambil empat tim terbaik dan Indonesia berhasil lolos,” jelasnya.
Pada fase gugur, Indonesia harus berhadapan dengan tim yang diperkuat pecatur nomor satu dunia Magnus Carlsen. Meski akhirnya terhenti, pengalaman menghadapi tim terbaik dunia menjadi momen berharga bagi para atlet Indonesia.
“Waktu 16 besar Indonesia ketemu timnya Magnus. Hampir semua pemainnya masuk 10 besar dunia. Sebelumnya Indonesia juga sempat bertemu tim yang diperkuat Sindarov, juara dunia tahun ini. Jadi kesempatan bertemu tim-tim besar itu luar biasa,” tutuenya.
Tak hanya Nayaka, atlet muda Kota Malang lainnya, Arjuna Satria Pamungkas, juga berhasil meraih penghargaan individu pada kategori blitz.
“Arjuna jadi best board untuk papan sembilan. Dari 11 pertandingan dia mengumpulkan 10 poin,” ujar Lilis.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena dua penghargaan individu yang diraih Tim Indonesia pada kejuaraan dunia tersebut semuanya dipersembahkan atlet asal Kota Malang.
“Alhamdulillah yang dapat medali dari Indonesia ini dari Malang semua, Nayaka dan Arjuna. Keduanya merupakan bagian dari tim Pelatnas Indonesia,” tutupnya. (yog/bob)







