Kota Malang, blok-a.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau persiapan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Rabu (4/2/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi menjelang pelaksanaan Mujahadah Kubro tanggal 7-8 Februari 2026 yang akan dihadiri ratusan ribu jemaah.
Dalam peninjauan lapangan tersebut, Khofifah didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz, jajaran perangkat daerah, PCNU Kota Malang, serta pihak terkait lainnya. Khofifah berkeliling stadion untuk meninjau langsung sejumlah titik vital yang akan menjadi pusat kegiatan ratusan ribu jemaah.
Pantauan blok-a.com di lokasi, pemasangan kerangka panggung mulai dilakukan dan ditargetkan rampung pada hari ini. Selain itu, pengerjaan saluran untuk toilet darurat dan tempat wudhu juga mulai dilakukan di bagian dalam Stadion Gajayana.
Peninjauan lokasi dilakukan sejak sekitar pukul 17.40 WIB. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama panitia dan para pemangku kepentingan terkait. Sekitar pukul 19.00 WIB, Khofifah bersama rombongan kembali melakukan peninjauan ke dalam Stadion Gajayana untuk memastikan kondisi pencahayaan.
Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU, Masykuri Bakrie, mengatakan persiapan kegiatan mujahadah telah mencapai 95 persen. Ia menyebut seluruh aspek, mulai dari keamanan, sarana prasarana, hingga sinkronisasi antarinstansi telah disiapkan.
“Kita sudah mempersiapkan segala hal yang terkait dengan mujahadah ini. Baik keamanan, fasilitas, petugas, hingga sinkronisasi. Peran panitia lokal di Kota Malang luar biasa, OPD digerakkan, bahkan melibatkan Kota Batu dan Kabupaten Malang,” ujar Masykuri usai meninjau dengan Gubernur Khofifah, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, panitia telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk menghadapi potensi cuaca buruk saat pelaksanaan kegiatan.
“Antisipasi cuaca sudah kita siapkan. Kami berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemudian juga dari unsur agama,” ujar Masykuri.
Ia juga menyampaikan dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk TNI-Polri, serta elemen masyarakat lintas organisasi keagamaan.
Terkait catatan dari Gubernur Jawa Timur, Masykuri menyebut Khofifah meminta agar simbol-simbol NU dan bendera merah putih dipasang sebagai wujud nasionalisme dapat terasa secara lahir dan batin.
“Simbol-simbolnya perlu dilengkapi, itu merupakan suatu hal yang menurut saya sangat positif dalam rangka menyambut gebyar mujahadah lahir dan batin ini,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan kesiapan panitia lokal, khususnya dalam pengaturan lalu lintas jemaah yang diperkirakan mencapai 100 ribu jemaah.
“Keberhasilan acara ini 80 persen ditentukan oleh pengaturan lalu lintas. Kami bersama Forkopimda sudah menyiapkan skema pergerakan keluar masuk jemaah agar tidak terjadi penumpukan di dalam kota,” ujar Wahyu.
Wahyu juga meminta seluruh perangkat daerah mulai dari Camat, Lurah, Polsek, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk menyambut dan melayani ratusan ribu jemaah yang akan hadir dari berbagai daerah di Jatim.
Pak Mbois sapaan akeabnya, menyebut adanya kemungkinan kehadiran Presiden RI dalam kegiatan tersebut, sehingga aspek pengamanan dan penyesuaian protokoler terus dimatangkan bersama Forkopimda dan unsur TNI-Polri.
“Kami sudah menyiapkan pengamanan, zonasi maktab, hingga pergerakan masyarakat. Semua sudah siap, tinggal menyesuaikan jika nanti Bapak Presiden hadir,” pungkas Pak Mbois. (ber/bob)








