Kota Malang, blok-a.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang menerapkan sistem undangan bagi jemaah yang akan mengikuti Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU di Stadion Gajayana. Kebijakan tersebut diberlakukan karena keterbatasan kapasitas stadion yang hanya mampu menampung sekitar 25 ribu jemaah.
Ketua PCNU Kota Malang, KH Isroqunnajah, mengatakan tidak semua jemaah bisa difasilitasi masuk ke dalam stadion. Oleh karena itu, panitia membagi kuota undangan melalui masing-masing PCNU kota dan kabupaten berdasarkan jumlah Majelis Musyawarah Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU).
“Memang nanti pakai sistem undangan. Kita berikan ke masing-masing pengurus cabang kota/kabupaten. Sudah ada hitungan kira-kira yang masuk berapa,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Ia menambahkan, jemaah yang masuk ke area stadion wajib menunjukkan kartu undangan. Kartu tersebut berbentuk seperti karcis dan dibagikan di drop zone melalui penanggung jawab (PIC) masing-masing daerah.
Panitia juga menyiapkan liaison officer (LO) untuk setiap bus jemaah. LO bertugas memantau jumlah peserta sejak keberangkatan, posisi bus di perjalanan, hingga mengarahkan parkir saat tiba di lokasi.
“Jadi sejak awal keberangkatan positif berapa, terus nanti kira-kira kalau sudah di rest area itu kemudian ada komunikasi untuk bisa masuk. Kemudian diarahkan nanti tempat parkir bus itu di mana,” kata Gus Is sapaan akrabnya.
Terkait pengaturan di dalam stadion, lanjut Gus Is, lintasan Stadion Gajayana tidak diperbolehkan ditempati jemaah. Area yang digunakan hanya lapangan utama. Jika lintasan terpaksa digunakan, maka harus ditutup terpal atau karpet sesuai permintaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).
“Yang kita sepakati, jemaah putri di lapangan dengan sistem lesehan, sementara jemaah laki-laki full di area tribun,” ujarnya.
Bagi jemaah yang tidak tertampung di dalam stadion, panitia telah menyiapkan fasilitas berupa videotron yang tersebar di beberapa titik di sekitar kawasan stadion.
“Videotron akan kami siapkan di beberapa titik. Yang jelas area luar stadion seperti kawasan Jalan Semeru, Jalan Kawi, hingga Jalan Ijen semua akan penuh dengan jemaah,” tutupnya. (ber/bob)








