Kabupaten Malang, blok-a.com – Prestasi membanggakan datang dari Kabupaten Malang. Aisyah Ar-Rumy, hafizah cilik asal Kabupaten Malang berhasil meraih juara dua dalam ajang Dubai International Holy Qur’an Award yang digelar di Uni Emirat Arab. Capaian tersebut tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, tetapi juga menjadi bukti lahirnya generasi Qurani dari daerah.
Dilansir dari Instagram @sdtq_daarul_ukhuwwah, Aisyah mengaku bersyukur atas capaian yang diraihnya dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan doa .
“Alhamdulillah aku sangat bangga bisa menjadi juara dua di acara Dubai International Holy Qur’an Award. Terima kasih kepada Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum dan panitia,” ujar Aisyah Ar-Rumy.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tuanya, pihak sekolah, serta masyarakat Indonesia yang terus mendoakan perjuangannya di ajang internasional tersebut.
“Terima kasih utamanya kepada ayah dan ibuku, kepada sekolahku dan kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendoakan aku,” katanya.
Aisyah menegaskan kecintaannya terhadap Al-Qur’an dan berkomitmen untuk terus melanjutkan hafalan yang telah ia tekuni sejak kecil.
“Aku masih kecil, aku mencintai Al-Qur’an, aku akan terus menghafal Al-Qur’an,” tuturnya.
Di akhir pesannya, Aisyah juga memanjatkan doa agar seluruh umat dapat dipertemukan di surga bersama para nabi dan para ahli Al-Qur’an.
“Aku akan selalu memohon kepada Allah agar mengumpulkan kita semua di surga, bersama para Nabi dan para ahli Qur’an,” pungkasnya.
Keberhasilan tersebut disambut rasa syukur oleh keluarga Aisyah. Ayah Aisyah, M. Qowiyul Huda, mengatakan capaian tersebut merupakan karunia dari Allah sekaligus hasil dari doa dan dukungan masyarakat Indonesia, khususnya warga Malang. Ia juga mengapresiasi Bupati Malang, HM Sanusi yang telah memberikan dukungan moril bagi putrinya.
“Semoga pencapaian ini juga membawa kebanggaan bagi warga Malang,” ujar Qowiyul Huda saat dikonfirmasi blok-a.com melalui seluler, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan prestasi tersebut bukanlah akhir dari perjalanan Aisyah dalam mendalami Al-Qur’an. Justru pencapaian itu menjadi motivasi bagi putrinya untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman terhadap kitab suci.
“Pencapaian ini bukanlah akhir dari perjalanan Aisyah. Ini justru menjadi awal bagi Aisyah untuk lebih memperdalam pengetahuan dan pemahamannya terhadap Al-Qur’an serta istiqomah membersamai Al-Qur’an,” tambahnya.
Lebih lanjut, Qowiyul Huda mengungkapkan sejak kecil Aisyah memiliki kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an. Bahkan, putrinya itumemiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang ahli tafsir Al-Qur’an di masa depan.
“Aisyah bercita-cita menjadi ahli tafsir Al-Qur’an dan mampu mengamalkan serta mengajarkannya,” pungkasnya. (yog/bob)








