Kabupaten Malang, blok-a.com – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang pada Jumat (31/7/2026). Lokasi sekolah rakyat tersebut berada di selatan Kabupaten Malang, dekat dengan daerah pantai.
Peninjauan ini difokuskan pada pengecekan fasilitas penunjang pendidikan sekaligus memberikan arahan strategis guna mencetak generasi penyambut Indonesia Emas 2045.
Didampingi Bupati Malang HM Sanusi dan jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Khofifah mengapresiasi ketersediaan fasilitas di SRT Srigonco yang dinilai sangat representatif. Mulai dari ruang kelas, asrama, aula, kantin, hingga sarana olahraga, semuanya disiapkan untuk menunjang proses belajar mengajar secara optimal.
“Kedisiplinannya anak-anak dibangun dengan baik. Sekolahnya diisi kurikulum yang baik. Fisik anak-anak juga disiapkan melalui lapangan olahraga yang baik. Aula, kantin, asrama hingga kelas-kelasnya luar biasa,” puji Khofifah.
Ia menyebutkan bahwa dari sisi fisik, fasilitas di SRT ini sangat memadai untuk memberikan ruang pendidikan yang setara, bahkan lebih bagus, demi mendukung kenyamanan belajar siswa. Sekolah Rakyat Terintegrasi ini sendiri didesain secara khusus sebagai langkah efektif pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Khofifah menjelaskan bahwa sekolah ini menerima siswa dari keluarga berlatar belakang ekonomi desil satu dan dua (keluarga prasejahtera). Gubernur memastikan bahwa jalan panjang pendidikan anak-anak ini telah dijamin. Harapannya, para siswa bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik hingga lulus SMA. Setelah itu, mereka yang memenuhi syarat akan mendapatkan program KIP Kuliah yang berlaku di perguruan tinggi negeri se-Indonesia.
“Ini menjadi medium bagaimana sesungguhnya meningkatkan harkat dan derajat mereka, terutama di desil satu dan dua. Yang kita cerita 2045, merekalah yang punya kesempatan menyambut Indonesia Emas 2045. Mudah-mudahan anak-anak semua menjadi anak-anak hebat yang juga luar biasa,” ungkapnya di hadapan para orang tua yang hadir, seraya mengajak mereka untuk terus mendoakan putra-putrinya.
Terkait pelaksanaan MPLS, Gubernur Khofifah membawa pesan tegas dari Kementerian Sosial agar lingkungan pendidikan benar-benar terbebas dari kekerasan. Di hadapan para siswa, ia menegaskan bahwa MPLS tidak boleh ada praktik perundungan atau bullying.
Mengingat siswa yang tinggal di asrama berasal dari beragam status sosial, Khofifah juga memberikan instruksi khusus kepada pihak pengelola. Ia berpesan agar sekolah rutin menghadirkan psikolog setiap bulannya. Langkah ini dinilai krusial untuk membangun kohesivitas dan harmoni di lingkungan asrama, di mana siswa akan menjalani proses penguatan karakter, akhlak, dan kedisiplinan setiap hari.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Malang HM Sanusi memaparkan bahwa lokasi berdirinya SRT Srigonco ini dulunya hanyalah lahan semak, bebatuan, dan perkebunan tebu. Perubahan wujud lahan tersebut menjadi sekolah unggulan untuk wilayah Malang Selatan tidak lepas dari sinergi elemen vertikal dan horizontal.
Sanusi menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas hadirnya Program Sekolah Rakyat sebagai program prioritas nasional, serta Kementerian Sosial, Kementerian PU, dan Gubernur Jatim yang memperjuangkan pembangunannya. Senada dengan hal itu, Khofifah bersyukur Jawa Timur menjadi provinsi dengan tingkat progres tertinggi di Indonesia dalam mendirikan SRT, mulai dari tahap rintisan hingga permanen berkat kerja keras para kepala daerah.
“Ini salah satu terobosan Bapak Presiden untuk menghadirkan sekolah berkualitas bagi semua anak bangsa, mengatasi anak tidak sekolah, dan membantu anak-anak yang selama ini belum mampu mengakses pendidikan,” pungkas Sanusi. (yog)








