Kota Malang, blok-a.com – Kreativitas dari masyarakat Malang memang tidak ada habis nya. Hal tersebut dibuktikan oleh Forkompokdarwis Kota Malang dengan mengibarkan bendera merah putih berukuran 79 meter.
Bendera merah putih ini dijahit oleh warga Kampung Gerabah Penanggungan. Membuat bensera ini merah putih sepanjang 79 meter ini membutuhkan waktu selama 2 hari.
Ketua Forkompokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi mengatakan, tidak hanya dibuat. Bendera merah putih sepanjang 79 meter ini diarak di kampung Gerabah Penanggungan dan juga kampung Heritage Kayutangan, Kecamatan Klojen, Kota Malang Sabtu (17/8/1945) sore.
“Kalau pagi tadi start pukul 10.00 persis, diarak dari kuburan Betek lalu turun ke Panjaitan gang 18 C. Selesai kira-kira pukul 13.00. Kalau di Heritage ini mulai pukul 16.00 selesai pukul 18.00 WIB,” kata Isa
Makna filosofis dari membuat bendera merah putih ini juga tidak main-main. Pria yang akrab dipanggil Ki Demang ini menjelaskan, dengan panjang 79 meter, itu menunjukkan bahwa sudah 79 Tahun Indonesia merdeka. Tujuannya memang memperingati HUT RI dengan cara yang unik seperti ini.
“Secara formal banyak diperingati dalam bentuk upacara bendera, nah cara memperingati itu beragam. Seperti arak-arak bendera merah putih ini,” jelasnya.
Dikatakan, bendera ini memang seperti bendera berjalan. Karena pada pelaksanaanya memang berjalan dari Kampung Gerabah Penanggungan menuju Kampung Heritage Kayutangan.
Menurut Ki Demang, cara unik seperti ini juga mampu menarik perhatian wisatawan yang berkunjung di Heritage saat ini. Tidak hanya wisatawan asal Kota Malang, tapi juga luar Kota Malang yang berkunjung di Heritage ini.
“Ini potensi dan bisa dijadikan contoh kreativitas. Tadi juga ada yang bilang dia berasal dari Trenggalek. Dan kagum dengan kegiatan unik ini,” tambahnya.
Ki Demang berpesan, masyarakat harus kreatif dalam memperingati kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk membuktikan bahwa kita benar-benar mencintai Republik Indonesia ini.
“Se-kreatif mungkin kita dalam memperingati Kemerdekaan. Entah dengan ragam apapun seperti karnaval ataupun festival. Untuk menunjukkan wujud cinta pada tanah air,” pungkasnya. (mg1/bob)








