Kota Malang, blok-a.com – Suasana hangat penuh semangat literasi terasa di Cafe Mami Combi, Tlogomas, Sabtu (7/2/2026) malam. Penulis asal Kota Malang, Rinda Puspasari, resmi meluncurkan dua buku terbarunya dalam satu acara.
Menariknya, dua buku tersebut hadir dari dua genre berbeda. Rinda pun tercatat sebagai perempuan pertama di Indonesia yang menerbitkan dua buku lintas genre dalam satu momen peluncuran.
Buku pertama berjudul “Di Bawah Langit yang Bukan Milikku”, sebuah memoar reflektif yang menggali pengalaman hidup pribadi secara jujur dan emosional. Dalam buku ini, Rinda tidak menempatkan diri untuk menyalahkan masa lalu, melainkan mengajak pembaca memahami bahwa setiap peristiwa memiliki sejarah yang membentuk diri seseorang hari ini.
Pendekatan yang intim membuat pembaca tidak sekadar membaca, tetapi ikut merasakan tiap lapisan emosi yang disampaikan. Buku ini bahkan dinobatkan sebagai best seller pada Januari lalu berdasarkan catatan penerbit.
Di sisi lain, Rinda menghadirkan karya berbeda berjudul “Koi: Dari Kolam Kaisar ke Nusantara”. Buku ini menelusuri perjalanan ikan koi dari simbol kekaisaran di Tiongkok dan Jepang hingga keberadaannya di Indonesia, disertai refleksi hubungan manusia dengan alam.
Ditulis dengan gaya naratif, Rinda tidak menyajikan koi sebagai bahasan akademik kaku, melainkan sebagai metafora kehidupan melalui warna, gerak, dan keheningan sang ikan.
“Menulis bukan sekadar merangkai kata, tapi cara memahami hidup,” ujar Rinda saat peluncuran.
Menurutnya, dua buku tersebut adalah dua suara batin yang lahir dari pendekatan berbeda, namun memperlihatkan kompleksitas pengalaman manusia—khususnya perempuan—yang berpikir dari banyak arah sekaligus.
Rinda dikenal sebagai penulis yang memadukan refleksi batin, filosofi, dan sains dalam karyanya. Dengan latar belakang akademis di bidang perikanan, ia menghadirkan tulisan yang informatif sekaligus menggugah kesadaran pembaca.
Ia juga merupakan istri dari pakar drone Indonesia, Arya Dega. Dukungan keluarga dan komunitas literasi turut menguatkan langkah Rinda menghadirkan karya yang memperkaya khazanah literasi nasional. (bob)








