Tidak Ada Rekrut Siswa Baru Sekolah Rakyat SMP di Malang

Siswa di Sekolah Rakyat Kota Malang (Website Sekolah Rakyat Kota Malang)
Siswa di Sekolah Rakyat Kota Malang (Website Sekolah Rakyat Kota Malang)

Kota Malang, blok-a.com – Program Sekolah Rakyat tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk kawasan Malang Raya dipastikan tidak membuka kuota penerimaan siswa baru pada tahun ini. Keputusan ini diambil menyusul infrastruktur bangunan sekolah yang belum sepenuhnya rampung.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, menjelaskan bahwa penundaan ini merupakan keputusan resmi dari pusat.

“Evaluasi sekolah rakyat sesuai dengan keputusannya Kementerian Sosial kan kita belum menerima lagi yang sekolah rakyat. Khususnya yang SMP,” jelas Donny.

Hal ini dikarenakan pembangunan infrastruktur yang berlokasi di Bantur, Kabupaten Malang, masih belum rampung seutuhnya.

“Karena di area Malang Raya yang baru terbangun itu di Kabupaten Malang. Sedangkan di Kabupaten Malang kan belum 100 persen, sehingga kita kemarin hanya menerima untuk SMA, yang SMA pun itu dititipkan di Blitar,” terangnya.

Pemerintah daerah, termasuk Dinsos Kota Malang, tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi atau menitipkan calon siswa lulusan SD ke fasilitas tersebut. Segala regulasi dan penempatan siswa merupakan wewenang penuh dari kementerian.

“Ya karena kan semua aturan dan sebagainya kan teko (dari) Kemensos,” tegas Donny.

Meski tidak ada penambahan siswa baru tingkat SMP, Donny memastikan 90 siswa angkatan pertama yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Kota Malang tetap bertahan dan mendapatkan fasilitas yang memadai.

“Masih tetep 90. Enggak ada yang check out,” ungkapnya.

Ia menilai, fasilitas yang ada saat ini sudah sangat pas untuk kuota 90 anak tersebut. Jika dipaksakan untuk menerima siswa baru, infrastruktur dipastikan tidak akan mencukupi.

 

“Kalau yang existing ini masih memadai. Cuman kalau harus ditambahi lagi peserta didik baru, kurang luas kelasnya, asramanya, tempat makannya, fasilitasnya. Kalau gurunya bisa juga gurunya (kurang),” paparnya.

Di sisi lain, penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kota Malang menunjukkan tren yang sangat positif. Anak-anak yang menempuh pendidikan di sana dikabarkan sangat nyaman dan berhasil mencatatkan berbagai prestasi membanggakan.

“Selama ini yang dari kepala sekolahnya sih mereka seneng karena fasilitasnya. Kan terus prestasinya banyak iku arek-arek (anak-anak), bahasa Inggris, kimia,” pungkas Donny.

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.