Hampir Satu Tahun Jadi Pengedar Narkoba, Pemuda di Bantur Malang Ditangkap

Hampir Satu Tahun Jadi Pengedar Narkoba, Pemuda di Bantur Malang Ditangkap
Caption: Pengedar Narkoba asal Kecamatan Bantur Kabupaten Malang, SA ditangkap (dok. Humas Polres Malang)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Seorang pengedar narkoba berinidial SA (25), asal Dusun Tunjungsari Desa Bantur Kecamatan Bantur Kabupaten Malang dibekuk tim Reserse Polsek Bantur.

Pengedar narkoba tersebut ditangkap karena kedapatan mengedarkan ratusan obat keras berbahaya atau kerap disebut pil koplo di kediamannya di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang.

“SA diamankan dirumahnya sekitar pukul 11.20, Kamis (22/2/2024),” kata
Kepala Sub Si Penerangan Masyarakat (Kasubsipenmas) Polres Malang Ipda Dicka Ermantara kepada awak media, Minggu (25/2/2024).

Ipda Dicka mengungkapkan penangkapan itu bermula dari informasi masyarakat yang resah atas peredaraan obat-obat terlarang di lingkungannya.

“Mendapatkan informasi terkait peredaran narkoba ini, Tim Reseserse Kriminal Polsek Bantur melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan SA di rumahnya,” ungkapnya.

Dari penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan sepuluh paket pil dengan logo ££ siap edar dengan jumlah total 70 butir.

“Polisi juga menyita barang bukti berupa ponsel dan uang sejumlah Rp 320 ribu yang diakui sebagai hasil penjualan pil koplo.”imbuh Ipda Dicka.

Tak sampai disitu, polisi yang melakukan pengembangan keterangan pelaku akhirnya berhasil menemukan barang bukti lain berupa 40 paket berisi 280 butir pil koplo yang disimpan di sebuah kotak besi.

“Tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke Polsek Bantur guna proses penyidikan lebih lanjut,” bebernya.

Dihadapan penyidik, SA mengaku sudah hampir setahun mengedarkan obat-obatan tersebut. Dia bisa mendapat pil koplo dari seseorang yang dikenalnya melalui media sosial.

Selama ini, pemesanan oleh tersangka hanya melalui telepon, kemudian dikirim melalui sistem ranjau yakni diletakkan di suatu tempat yang sudah disepakati tanpa pernah tatap muka.

“Setiap paket dijual antara Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Pelanggannya rata-rata berasal dari wilayah Bantur dan sekitarnya,” ungkapnya.

Kini pihak penyidik dari Polsek Bantur masih melakukan pendalaman terhadap keterangan tersangka. Hal ini terkait dengan pemasok obat-obatan yang bisa menyediakan pil koplo dalam jumlah besar.

“Masih kita kembangkan siapa pemasoknya, saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan,” pungkasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka SA akan dikenakan pasal 138 ayat (2) Jo Pasal 435 UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun. (ags/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?