Mahasiswi UM Meninggal 2 Tahun Lalu di Kamar Kos Ternyata Korban Pembunuhan, Pelaku Pengedar Narkoba

Mahasiswi UM Meninggal 2 Tahun Lalu di Kamar Kos Ternyata Korban Pembunuhan, Pelaku Pengedar Narkoba
Mahasiswi UM Meninggal 2 Tahun Lalu di Kamar Kos Ternyata Korban Pembunuhan, Pelaku Pengedar Narkoba

Kota Malang, blok-a.com – Peristiwa mahasiswi UM yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos di Sumbersari Gang VI-C Nomor 433, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang pada dua tahun lalu alias 2022 lalu kini terungkap.

Sebelumnya diberitakan, meninggalnya mahasiswi itu misterius penyebabnya.

Berita sebelumnya bisa di-klik tautan berikut

Namun kini polisi mengkuak, mahasisiwi itu adalah korban pembunuhan.

Terkuaknya kasus pembunuhan itu setelah polisi menangkap pelaku pembunuhan mahasiswi berinisial DAL (18) asal Kabupaten Ngawi itu.

Pelakunya sendiri bernama Hisyam Akbar Pahlevi atau akrab dipanggil Zombi, umur 19 tahun. Pelaku pembunuhan mahasiswi ini merupakan cucu keponakan dari pemilik kos di Jalan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

“Pelaku diketahui bernama Hisyam Akbar Pahlevi alias Zombi sekarang berusia 19 tahun dan pelaku ini masih merupakan cucu keponakan pemilik rumah kos,” kata Kasatreskrim Polres Malang, Kompol Danang Yudanto, Senin (13/5/2024).

Danang mengaku, selama dua tahun ini sebenarnya polisi terus mendalami kasus ini. Namun karena minim alat bukti untuk mengarah ke kasus pembunuhan, pelaku sulit untuk ditangkap.

“Sebetulnya petugas sudah memantau selamai ini dan bukannya tidak bisa mengamankan pelaku namun minimnya alat bukti serta minimnya keterangan saksi,” kata Danang.

Untungnya, Zombi atau pelaku pembunuhan mahasiswi UM ini memunculkan sosoknya ke polisi secara tidak langsung. Zombi awalnya tertangkap atas kasus narkoba Tim Satreskob Polresta Malang Kota.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, ternyata Zombi mirip dengan pelaku pembunuhan mahasiswi UM di sebuah kos.

“Dan alhamdulillah setelah tim Reskoba menangkap pemuda ini terkait peredaran narkoba ternyata pemuda ini mirip pelaku pembunuhan mahasiswi di rumah kos Jalan Sumbersari 2 tahun silam,” kata dia.

Polisi pun yakin bahwa Zombi adalah pembunuh mahasiswi UM itu setelah Zombi mengakuinya sendiri. Zombi mengaku telah membunuh perempuan itu 2 tahun silam.

“Zombi memang pemakai dan pengedar. Narkoba jenis sabu. Saat diinterogasi dirinya mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap korbannya di dalam kamar kos nomor 4,” tuturnya.

Kronologi Pembunuhan Mahasiswi UM di Kamar Kos

Zombi membunuh korban awalnya berkunjung ke rumah rekannya berinisial IC. Rumah IC dekat dari rumah kos neneknya, yang mana merupakan lokasi pembumuhan.

Zombi datang dalam kondisi mabuk kala itu sekitar pukul 12.00. Sejam kemudian dia pamitan membeli rokok ke IC.

Namun alih-alih membeli rokok, Zombi malah menuju rumah kos atau lokasi pembunuhan mahasisiwi tersebut.

“Dan Zombi hafal seluk beluk di dalam rumah kos ini,” tuturnya.

Saat di dalam rumah kos itu, Zombi langsung ke lantai 2 rumah kos untuk mengambil pisau dapur. Dia turun lagi ke lantai satu untuk mencuri barang berharga penghuni kos.

Zombi awalnya ke kamar nomor 6. Waktu itu kamar kos sedang terkunci. Akhirnya dia mencari kamar kos yang tidak terkunci dan ketemulah nomor 4, kamar korban.

Di kamar yang tak terkunci itu, Zombi dengan leluasa mencari barang berharga milik korban berinisial DAL itu. DAL kala itu tertidur dengan posisi memeluk guling.

Saat Zombi masuk, DAL pun akhirnya terbangun.

Melihat DAL terbangun, Zombi langsung membekap wajah korban dengan bantal.

“Kemudian pelaku langsung menusikkan pisau dapur ke bagin dada kanan dan kiri korban. Hingga tempat tidur tidak kuat menahan dua orang bergumulan akhirnya sampai jebol. Dan korban meninggal dunia di lokasi,” jelansya.

Setelah itu, DAL dipastikan tewas oleh Zombi. Setelah dipastikan tewas, Zombi mengambil ponsel milik korban.

Zombi pun kembali ke lantai dua dan mencuci pisau untuk membunuh korbannya yang berlumuran darah.

“Selanjutnya pisau dapur ini ditaruh di tempat asalnya di ruang dapur dan meninggalkannya,” kata Danang.

Rusak CCTV, Hilangkan Jejak

Pelaku pembunuhan mahasiswi UM ini pun mencoba untuk menghilangkan jejak. Karena kos neneknya sendiri, dia hafal betul dimana lokasi CCTV.

Lokasi CCTV itu sendiri ada di lantai 1. Dia rusak CCTV itu hingga dibuang ke gerobak sampah.

“Oleh pelaku dibuang ke gerobak sampah yang tidak jauh dari lokasi kejadian,” kata Danang.

Setelah itu, pada Kamis (22/12/2022) Zombi kembali ke rumah IC dan melakukan pesta miras lagi sekitar pukul 15.15.

Ponsel Mahasiswi UM Dijual ke Penadah

Setelah melakukan pesta miras bersama temannya di rumah IC, sekitar pukul 20.00, di hari yang sama pelaku menuju ke Pasar Loak Comboran untuk menjual HP milik korban.

“Ponsel milik korban dijual ke penadah yang merupakan langganan pelaku menjual barang barang hasil curian di rumah kos milik neneknya,” terang Kompol Danang.

Pelaku menjual ke penadah bernama Abdul Khodir (47) warga Jalan Muharto RT 02 RW 08 Kelurahan Jodipan Kecamatan Blimbing Kota Malang.

“HP korban dijual ke penadah oleh pelaku seharga Rp 570 ribu rupiah,” terang Danang lagi.

Ancaman Hukuman

Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan, petugas pada hari Kamis ( 9/5/2024 ) menetapkan Zombi selaku pembunuhan berencana. Disamping itu di hari yang sama petugas meringkus Abdul Khodir selaku penadah, di pasar Coboran Kota Malang.

Untuk Zombi dijerat pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP
atau pasal 365 ayat (3) atau pasal 75 C jo pasal 80 ayat (3)
Undang Undang Republik nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Pelaku dijerat dengan pasal anak juga, karena saat melakukan aksi, Zombi masih berusia 17 tahun atau di bawah umur.

“Kini pelaku dijerat pasal 480 KUHP dengan hukuman penjara
paling berat hukuman mati atau pidana seumur hidup atau waktu tertentu paling lama 20 tahun , “imbuhnya.

Sementara Abdul Khodir selaku penadah barang hasil curian HP milik korban, diancam hukuman penjara.

“Untuk penadah kena ancaman hukuman penjara paling lama 4 tahun lamanya,” pungkasnya. (ags/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?