Lokasi Pembunuhan di Dampit Malang, Sebuah Makam Jauh dari Permukiman

Jalan menuju TKP setelah pintu masuk Makam Mbah Kandang (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Jalan menuju TKP setelah pintu masuk Makam Mbah Kandang (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Makam Mbah Kandang yang berlokasi di Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang menjadi lokasi penganiayaan berujung pembunuhan.

Dari pantauan Blok-a.com di lapangan, makam tersebut berlokasi lumayan jauh dari permukiaman warga. 

Di depan makam, tepatnya di pintu masuk terdapat gapura bertuliskan ‘Maqom Mbah Kandang. Gapura tersebut bercat warna-warni, kuning hijau dan merah layaknya gapura pada umumnya. Namun, warna tersebut nampak memudar. 

Dari gapura pintu masuk, terdapat tumbuhan kopi dan pohon jati yang cukup luas. Panjangnya sekitar kurang lebih 100 meter. Jalannya pun tidak lebar, hanya sekitar 3 meter dan sedikit menanjak. 

Sementara itu, di area makam terdapat pohon beringin yang berukuran besar. Selain itu, terdapat toilet, musola dan tempat peristirahatan semacam gubuk. 

Makam Mbah Kandang persis depan TKP penganiayaan berakhir kematian di
Makam Mbah Kandang persis depan TKP penganiayaan berakhir kematian di

Gubuk tersebut tidak begitu luas hanya sekitar 2×5 meter. Hampir seluruh bangunannya terbuat dari kayu yang ditata rapi menyerupai rumah dan beratapkan asbes. Di dalamnya, terdapat karpet berwarna hijau dan teko air serta sejumlah gelas kaca. 

Kasi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Mujiono mengatakan, gubuk tersebut kerap digunakan untuk ‘jagongan’ atau nongkrong. 

“Biasanya ramai di sini, apalagi kalau malem. Kegiatannya ya nyantai, kalau siang sore kan anginnya sepoy sepoy. Di sini juga dipercaya juga, kadang ada orang yang berdoa,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (29/4/2024). 

Sekitar pukul 11.30 WIB tadi, lokasi penganiayaan di Makam Mbah Kandang, Dampit Malang kejadian nampak sepi, tidak ada aktivitas warga saat itu. Sementara itu, titik di mana korban jatuh juga nampak bersih, hanya bersisa bekas air yang membasahi tanah. 

“Lokasinya tepat di sini, kepalanya di sini (sisi utara) dan kakinya di selatan,” tambahnya. 

Diberitakan sebelumnya, Satip (74), warga Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang ditemukan tengkurap, bersimbah darah dan tak sadarkan diri, pada Minggu (28/4/2024) kemarin sekitar pukul 18.00 WIB. 

Satip diketahui tewas karena dianiaya oleh Mariono (57) warga setempat, di Makam Mbah Kandang, Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. 

Perlu diketahui, keduanya merupakan tetangga yang rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter. 

Kasi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Mujiono mengatakan, awal kejadian korban ditemukan oleh salah satu warga.

Kemudian, kejadian tersebut dikabarkan warga kepada pihak desa. Selanjutnya, pihak desa mengecek ke lokasi kejadian, dan benar saja di loksi kejadian ditemukan Satip tergeletak bersimbah darah. 

“Setelah dikabari saya mengecek ke lokasi. Sampai sini (lokasi) jam 17.30 WIB dan sudah melihat korban di bawah posisi tengkurap dan berlumur darah di bagian kepala,” ujar Mujiono saat ditemui awakmedia di Kantor Desa Majangtengah, Senin (29/4/2024). (ptu/bob)