Penipuan Porperti di Malang dengan Kerugian Ratusan Juta Rupiah, Pelaku Tertangkap

Dia melakukan penipuan dalam jual beli properti di Malang yang mengakibatkan kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.
TBS pelaku penipuan properti di Malang

Malang, blok-a.com – Tim Satreskrim Polres Malang berhasil membekuk seorang developer berinisial TBS (38) asal Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.


TBS yang merupakan direktur dari PT Hadara Propertindo Jaya, diduga terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan.

Dia melakukan penipuan dalam jual beli properti di Malang yang mengakibatkan kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.

“TBS ditangkap oleh tim Satreskrim Polres Malang di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada 5 Mei 2024,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (18/5/2024).

Dalam penangkapan tersebut kata Gandha, polisi juga menyita sejumlah barang bukti penting. Contohnya adalah kuitansi pembayaran uang angsuran, perjanjian jual beli, dan berbagai dokumen lain yang diterbitkan atas nama korban.

Gandha menjelaskan penangkapan TBS ini atas laporan korban bernama Winarti Julian yang merupakan warga Candi, Kabupaten Sidoarjo. Korban merasa dirugikan atas penipuan yang dilakukan pelaku dengan menjual properti berupa dua bidang tanah di Malang.

“Awalnya, pada 14 Maret 2022, pelapor membeli dua bidang tanah di Green View Nomor H27 dan H28 di Desa Girimoyo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang, seharga Rp 298 juta. Kemudian korban membayar uang tanda jadi senilai Rp 5 Juta,” jelas Gandha

Korban kemudian melakukan pembayaran secara bertahap hingga total sebesar Rp 215 juta. Kemudian diterbitkan surat perjanjian peningkatan pembelian.

“Pelaku menjanjikan akan melakukan pembangunan apabila pembayaran sudah 50 persen. Namun dari properti tidak melakukan pembangunan tersebut,” imbuhnya.

Merasa ditipu setelah berulang kali meminta kejelasan mengenai pembangunan rumah yang dijanjikan, korban akhirnya melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian pada 4 Maret 2024 untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Atas kejadian itu korban merasa telah ditipu pihak developer, kemudian melapor ke Polres Malang pada 4 Maret 2024,” terang Gandha lagi.

Terkait modus operandi yang digunakan tersangka adalah menjual tanah kavling kepada para korban, sementara tersangka belum melunasi pembayaran tanah kavling tersebut kepada pemilik lahan sebelumnya.

Pelaku memanfaatkan celah waktu pembayaran yang dilakukan oleh korban secara bertahap. Mendekati jatuh tempo pembayaran, tersangka akan mengalihkan korban ke lokasi lain.

TBS diketahui sering mengikuti pameran perumahan untuk mempromosikan dan memikat calon pembeli. Berdasarkan hasil penyidikan, setidaknya ada 28 unit kavling yang telah dijual oleh tersangka TBS kepada para korban dengan harga bervariasi mulai dari Rp 200 juta hingga Rp 400 juta.

“Modus-modus seperti ini pengembang berani menawarkan kavling, rumah, tetapi status tanahnya belum sepenuhnya milik developer, masih milik pemilik awal. Rata-rata hanya dijanjikan nanti-nanti dan akhirnya terjadilah gali lubang tutup lubang,” imbuhnya.

Gandha menyebut pihaknya masih terus mendalami kasus ini dan menduga banyak pembeli lain yang juga menjadi korban dari penipuan tersangka TBS.

“Masih kami dalami, dugaan sementara korbannya mencapai puluhan orang. Untuk tersangka ini yang baru kami proses saat ini berdasarkan atas tiga pelaporan,” pungkasnya.

Tersangka TBS kini telah ditahan di rutan Polres Malang. Terhadapnya, disangkakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 154 Jo Pasal 137 UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun. (ags/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?