Jelang Maulid Nabi Muhammad SAW, Penjual Jajanan di Pasar Kota Malang Dapat Berkah

Jelang Maulid Nabi Muhammad SAW, Penjual Jajanan di Pasar Kota Malang Dapat Berkah
Pasar Dinoyo Kota Malang (blok-a/Anwar Arya)

Kota Malang, blok-a.com – Jelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Senin (16/9/2024) mendatang, pedagang jajanan tradisional di Pasar Kota Malang kecipratan berkah.

Para pedagang jajanan tradisional diPasar Kota Malang mendapat pesanan banyak jelang Maulid Nabi Muhammad SAW. Penjualan mereka pun meningkat dari hari-hari biasanya.

Salah satu pedagang jajanan tradisional di pasar yang menerima pesanan jelang Maulid Nabi Muhammad SAW ialah di Pasar Dinoyo Kota Malang. Pasar tradisional ini terletak di jalan Mertojoyo, Merjosari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144.

Pasar Dinoyo, yang biasanya hanya ramai di pagi hari, kini mulai dipenuhi pengunjung sejak subuh, Kamis (12/9/2024). Penjual jajanan pasar mengaku omzet penjualan mereka meningkat pesat dibanding hari-hari biasa.

Apalagi saat menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, pasar-pasar tradisional di wilayah Dinoyo ini mulai dipadati warga yang berburu aneka jajanan pasar. Beragam jajanan tradisional seperti klepon, lupis, onde-onde, apem, cucur, lemper, naga sari dan serabi menjadi favorit warga untuk sajian perayaan hari besar ini.

Jelang Maulid Nabi Muhammad SAW, Penjual Jajanan di Pasar Kota Malang Dapat Berkah
Ilustrasi jajanan tradisional (istock)

Salah satu pedagang jajanan di pasar Dinoyo, Lastri, menuturkan bahwa permintaan pelanggan terhadap jajanan tradisional selalu melonjak jelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Penjualannya meningkat dari yang biasanya 100 bungkus, jelang Maulid Nabi Muhammad SAW ini bisa 300 bungkus dalam sehari.

“Setiap tahun kalau sudah menjelang Maulid Nabi, saya pasti menambah stok dagangan. Biasanya sehari jualan 100 bungkus, sekarang bisa sampai 300 bungkus sehari,” ungkap Ibu Sri sambil sibuk melayani pembeli di lapaknya,”ungkap Lastri, pedangang pasar Dinoyo.

Jajanan tradisional yang banyak dibeli ini untuk suguhan di acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Biasanya jajanan tradisional ini disiapkan sebagai hidangan dalam acara pengajian, selametan, atau dibagikan kepada tetangga sebagai bentuk syukur. Selain itu, jajanan pasar memiliki nilai simbolik sebagai bentuk kearifan lokal yang masih lestari di tengah masyarakat.

Untuk harga satuan kue ini mulai dari Rp 2 – 4 ribu. Tapi ketika pesan kue dengan jumlah banyak akan dikenakan potongan harga. Lastri juga kerap menerima pesanan di hari biasa, namun ketika menjelang hari perayaan Maulid Nabi pesanan untuk jajanan pasar melonjak tinggi.

“Saya dagang ini juga bisa Nerima pesanan kue, tapi akhir – akhir ini menjelang hari perayaan Maulid Nabi pesanan saya allhamdulilah meningkat banyak. Ketika ada orang yang pesan dengan jumlah banyak akan nada potongan harga tentunya,”ujarnya. (mm1/bob)

Penulis: Anwar Arya