Kota Malang, blok-a.com – Walau sebagai hidangan khas Madura Nasi Buk Matirah telah menancapkan benderanya di Kota Malang sejak tahun 1935. Kuliner ini pun telah menjadi salah satu kuliner yang sangat dicari di Kota Malang.
Dikenal dengan cita rasanya yang khas, nasi buk ini tidak hanya menjadi primadona di Malang, tetapi juga telah merambah ke kota-kota lain, termasuk Surabaya.
Warung Mbah Matirah sendiri dipercaya sebagai pelopor nasi buk di Malang sejak tahun 1930-an, sehingga menempati posisi yang istimewa dalam kasta perkulineran kota ini.
Lokasinya gampang ditemukan, karena berada di kawasan Stasiun Kota Baru, tepatnya di Jalan Trunojoyo No.46, Klojen. Sehingga wisatawan pun bisa jalan kaki dari stasiun.
Lalu dari mana asal-usulnya? Ternyata asal-usulnya terkait dengan sekelompok pendatang dari Desa Bajeman, Bangkalan, Madura, yang pada akhirnya menetap di Gang Madiun, Malang.
Dulu mereka membawa tradisi menjajakan nasi buk, terutama sebagai pilihan sarapan pagi, dengan cara berkeliling menggunakan keranjang rotan sebelum akhirnya membuka warung sendiri.
Nama “buk” sendiri berasal dari bahasa Madura, yang merupakan panggilan untuk perempuan. Tradisi ini kemudian diadopsi oleh masyarakat Malang.
Nasi Buk Matirah terkenal dengan campuran nasi yang disajikan dengan berbagai jenis jeroan sapi, seperti empal, jantung, limpa, babat, keripik paru, dendeng, dan sate ati.
Untuk menu andalannya, seporsi nasi buk Mbah Matirah, menyajikan lodeh rebung, bali tahu, mendol, serundeng, serta sambal yang disertai dengan potongan jeroan atau empal.
Semua bahan baku untuk hidangan ini diperoleh dari pasar lokal, menjadikannya sebagai hidangan yang otentik dan khas.
Meskipun mayoritas hidangan nasi bug dihidangkan dengan daging sapi, namun warung Mbah Matirah juga menyediakan pilihan lauk ayam goreng sebagai variasi bagi pelanggan yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda.
Warung Mbah Matirah menjadi salah satu destinasi kuliner yang tak boleh dilewatkan di Malang, menjadi saksi bisu dari kelezatan dan keberagaman kuliner yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kota ini. (art/bob)








