Blitar, blok-a.com – Tim Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) dari Akademi Komunitas Negeri (AKN) Blitar, yang diketuai oleh Rika Wahyuni Tambunan, M.A., telah mengembangkan sebuah aplikasi pembelajaran bernama Hallo-Ivy.
Aplikasi ini dirancang khusus untuk membantu proses pembelajaran bahasa bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan menggunakan metode Total Physical Response (TPR).
Pengembangan aplikasi Hallo-Ivy didasari oleh keprihatinan terhadap kondisi pendidikan bagi ABK di Indonesia.
Berdasarkan data, sebanyak 8,5 persen siswa di Kota dan Kabupaten Blitar merupakan siswa berkebutuhan khusus, yang tersebar di berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri maupun Swasta.
Ketua Tim PMPAKN Blitar, Rika Wahyuni Tambunan mengatakan, tujuan utama pengembangan aplikasi ini adalah untuk memberikan pelayanan pendidikan yang layak bagi ABK.
Ditegaskannya, bahwa setiap anak di Indonesia, termasuk ABK, berhak mendapatkan pendidikan yang setara dan berkualitas.
Salah satu bentuk implementasi hak tersebut adalah melalui pengajaran bahasa, yang menjadi elemen penting dalam pendidikan di SLB.
“Aplikasi Hallo-Ivy dapat dimanfaatkan oleh siswa, guru, dan wali siswa sebagai sarana pembelajaran yang efektif,” kata Rika Wahyuni Tambunan, Senin (09/09/2024).
AKN Blitar berharap, melalui aplikasi tersebut, pendidikan bagi ABK di Indonesia dapat lebih ditingkatkan dan membantu para siswa dalam proses belajar bahasa secara lebih interaktif dan menyenangkan.
“Pengembangan aplikasi Hallo-Ivy dilakukan dengan kerjasama antara Tim Pengabdian Masyarakat Pemula dari AKN Blitar dan SLB Negeri 4 Blitar sebagai mitra,” imbuhnya.
Proyek ini juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program PMP BIMA 2024.
“Program ini memberikan dampak positif, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi ABK, tetapi juga dalam meningkatkan reputasi dan keunggulan perguruan tinggi,” jelasnya.
Melalui pengembangan aplikasi berbasis mobile ini, mahasiswa AKN Blitar mendapatkan kesempatan untuk belajar membuat aplikasi yang sesuai dengan standar dan atmosfer industry.
“Aplikasi ini sepenuhnya dikonsep dan didesain oleh dosen Tim PMP BIMA 2024 serta mahasiswa,” ujar Rika Wahyuni Tambunan, yang juga merupakan dosen Bahasa Inggris di Program Studi Administrasi Sistem Jaringan Komputer (ASJK).
Dengan adanya kolaborasi tersebut, AKN Blitar berharap aplikasi Hallo-Ivy dapat memberikan manfaat nyata bagi pendidikan ABK serta menjadi sarana pembelajaran yang interaktif dan efektif bagi para siswa, guru, dan wali murid.
Rika Wahyuni Tambunan menandaskan, bahwa ke depannya, aplikasi Hallo-Ivy akan terus dikembangkan bersama-sama oleh para pengguna, baik guru maupun wali siswa. Mereka diharapkan dapat turut berpartisipasi dalam mengembangkan aplikasi ini, baik dari segi konten maupun sistemnya.
“Ke depan, kami akan membuka peluang kolaborasi dengan dosen, mahasiswa, serta mitra dari AKN Blitar untuk terus menyempurnakan aplikasi ini,” nya.
Dosen Bahasa Inggris di Program Studi ASJK ini juga menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak yang telah mendukung terwujudnya pengembangan aplikasi ini.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), AKN Blitar, dan SLB Negeri Blitar, serta semua pihak yang telah membantu sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik dan sukses,” ujarnya.
Rika juga berharap agar rekacipta ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya di Kota dan Kabupaten Blitar.
“Semoga inovasi ini bermanfaat bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Blitar. Amin,” pungkasnya. (jar/lio)








