Dinsos Kota Malang Catat 200 Kasus Kekerasan, 60–80 Persen Korbannya Anak

Dinsos Kota Malang Catat 200 Kasus Kekerasan, 60–80 Persen Korbannya Anak
Dinsos Kota Malang Catat 200 Kasus Kekerasan, 60–80 Persen Korbannya Anak

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang mencatat hampir 200 kasus kekerasan perempuan dan anak sepanjang 2025.

Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan kasus kekerasan terhadap anak.

Sekretaris Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Kenprabandari Aprilia mengatakan, meski Kota Malang telah meraih predikat Kota Layak Anak selama empat kali berturut-turut, kasus kekerasan masih menjadi pekerjaan rumah serius.

“Di 2025 kemarin memang masih banyak kasus kasus tentang kekerasan, baik itu perempuan dan anak. Di mana ada hampir 200 kasus yang 60-80 persennya itu adalah kekerasan terhadap anak,” ungkapnya, Rabu (11/2/2026).

Selain kekerasan fisik, pihaknya juga menyoroti kasus bullying dan kekerasan seksual yang menimpa anak-anak di Kota Malang.

Memasuki 2026, Dinsos P3AP2KB menggencarkan gerakan Berani Speak Up secara masif. Gerakan ini bertujuan memberi ruang aman bagi korban untuk melapor dan mendapatkan pendampingan.

“Harapannya di 2026 ini kasusnya terus menurun. Kami juga masifkan Berani Speak Up agar banyak yang berani melapor sehingga segera mendapat penanganan,” ujarnya.

Menurut Kenprabandari, semakin banyak korban yang berani bersuara, maka peluang pelaku untuk melakukan kekerasan akan semakin sempit.

Dinsos P3AP2KB juga menguatkan peran Forum Anak sebagai wadah kampanye dan pendampingan. Di dalamnya terdapat penyintas yang turut membantu korban baru agar tidak merasa sendirian.

Tak hanya itu, Dinsos P3AP2KB Kota Malang juga menggandeng PWI Malang Raya untuk memperkuat penyebaran informasi ramah anak. Kolaborasi tersebut ditandai dengan deklarasi Jurnalis Ramah Anak.

“Jurnalis adalah motor penggerak dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi tentang dunia anak. Sehingga kedepan anak anak ini benar benar bisa menjadi generasi oenerus bangsa,” tandasnya. (bob)