Kota Malang, blok-a.com – Ketersediaan fasilitas pengisian daya untuk becak listrik di Kota Malang masih terbatas. Hingga 10 Februari 2026, SPLU yang secara khusus disiapkan untuk mendukung operasional becak listrik baru tersedia di dua titik.
Manager UP3 PLN Malang, Agung Wibowo mengatakan, dua lokasi tersebut berada di Jalan Sriwijaya dekat Sentra Kuliner Sriwijaya dan di Kantor UP3 PLN Malang.
“Fasilitas pengisian daya untuk becak listrik di Kota Malang baru tersedia di Jalan Sriwijaya dekat sentra kuliner dan Kantor UP3 PLN Malang,” jelasnya.
Menurut Agung, pengisian daya di ruang publik memanfaatkan SPLU karena sistem kelistrikan becak listrik serupa dengan sepeda motor listrik. Becak listrik hanya membutuhkan charger dengan colokan listrik biasa dengan daya maksimal 160 watt.
Satu SPLU mampu melayani pengisian daya untuk 5 hingga 10 unit becak listrik. Untuk pengisian hingga penuh atau 100 persen, dibutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 jam.
Sementara itu, Asman Niaga dan Pemasaran UP3 PLN Malang, Enni Susilawati menjelaskan, khusus di SPLU pembayaran dilakukan dengan membeli token listrik minimal Rp 5 ribu.
“SPLU pembayarannya dengan membeli token, minimal Rp 5 ribu. Namun untuk mendukung program pemerintah terkait becak listrik, PLN memberikan bantuan token sebesar 500 kWh,” jelas Enni.
Selain dua SPLU tersebut, terdapat 12 titik SPKLU roda dua di wilayah kerja UP3 Malang yang juga dapat dimanfaatkan untuk pengisian daya becak motor listrik.
Berbeda dengan SPLU, pengisian di 12 titik SPKLU R2 dilakukan menggunakan aplikasi PLN Mobile.
“Apabila melakukan charging di sini menggunakan aplikasi PLN Mobile,” tambah Enni.
Kedua belas titik SPKLU R2 itu berada di ULP Lawang, Bululawang, Batu, Singosari, Kepanjen, Tumpang, Gondanglegi, Sumberpucung, Dinoyo, Blimbing, Malang Kota, dan Kebonagung.
PLN masih menunggu usulan lokasi tambahan dari Pemkot Malang sekaligus menyesuaikan dengan ketersediaan dana CSR untuk pengembangan fasilitas berikutnya. (bob)








