Kabupaten Malang, blok-a.com – Hingga akhir tahun 2023, rencana pembangunan museum di Pintu Gate 13 Stadion Kanjuruhan masih dalam pembahasan.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Project Manager renovasi Stadion Kanjuruhan dari PT Waskita Karya (Persero), Vino Pramudia.
Ia menyebutkan, renovasi Stadion Kanjuruhan sudah mencapai 20 persen. Capaian tersebu dikebut sejak September hingga Desember 2023.
“Progres fisik sudah mencapai di angka 20 persen, jadi memang aset-aset lama yang eksisting atau yang sudah ada itu ada beberapa yang kami ganti,” ujar Vino saat ditemui Jumat (29/12/2023).
Dirincikan Vino, 20 persen pengerjaan yakni meliputi penambahan bahan microplane untuk struktur bawah, penebalan pile cap, penebalan kolom, dan juga material-material onsite, seperti scoring board dan lampu.
“Jadi memang aset-aset lama yang eksisting atau yang sudah ada itu, ada beberapa yang kami ganti. Seperti tiang lampu, itu sudah kita ganti sudah kami turunkan. Tiang-tiang kita letakkan di area luar tidak di area dalam lagi karena untuk memenuhi sertifikat layak fungsi,” jelasnya.
Kendati demikian, saat disinggung terkait bangunan museum di Gate 13 Stadion Kanjuruhan yang juga menjadi rencana dalam renovasi tersebut, hingga saat ini belum dapat dipastikan rancangannya. Dia hanya memastikan nantinya museum itu bakal dilaksanakan.
“Museum progresnya saat ini kami masih menyusun rencana untuk bentuknya seperti apa, tapi memang agenda museum itu pasti jadi dilaksanakan,” ujarnya.
Vino mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tarkait desain museum yang dijanjikan kepada keluarga korban tragedi kanjuruhan tersebut.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Pemda terkait dengan desain yang akan dibuat seperti apa,” katanya.
Namun, ia mengaku lokasi tersebut masih dapat diakses oleh masyarakat umum. PT Waskita Karya memfasilitasi bagi siapapun yang ingin berkunjung di pintu gate yang menjadi saksi bisu tragedi kelam 1 Oktober 2022 silam.
“Tapi memang di area pintu 13 ini sudah kami clear area, kami juga tetap fasilitasi apabila ada teman-teman yang mau berdoa atau mungkin napak tilas. Kami tetap buka karena area tersebut akan kami bangun museum. Tapi dari rencana ini masih kami komunikasikan,” pungkasnya. (ptu/bob)








