Hotel Everyday Smart Hotel Tanggapi Isu Modus Mahasiswa ‘Melihat Jembatan Suhat dari Atas’

Hotel Everyday Smart Hotel Tanggapi Isu Modus Mahasiswa ‘Melihat Jembatan Suhat dari Atas’
Pantauan Jembatan Suhat dari atas melalui apartemen Soekarno-Hatta (blok-a/Widya Amalia)

Kota Malang, Blok-a.com – Ramainya modus mengajak seseorang untuk berhubungan intim dengan ajakan melihat jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) dari atas menuai respon.

Banyak dugaan dari warganet bahwa hal tersebut memang berkaitan dengan apartemen Soekarno-Hatta dan Everyday Smart Hotel.

Namun, hal itu akhirnya ditanggapi oleh apartemen Soekarno-Hatta dan Everyday Smart Hotel.

Mereka menyebut, bahwa sudah mengantisipasi hal tersebut lebih jauh.

“Tentu saja sangat disayangkan. Jadi yang pertama manajemen hotel dan apartemen itu berbeda, kedua kami sudah mengantisipasi dari agen-agen nakal yang mengatasnamakan hotel untuk menyewakan kamar apartemen short time,” beber Marcomm dan Digital Marketing Everyday Smart Hotel, Zaenal Fanani, pada (4/1/2024).

Di gedung tersebut, memang ada beberapa unit yang langsung menghadap ke jembatan Suhat. Untuk rate harga mulai dari Rp 300 hingga Rp 400 ribu, pihaknya meragukan para mahasiswa menginap di unit kamar hotel.

Kebanyakan para muda-mudi akan menyewa kamar apartemen. Harganya jauh dari rate hotel. Harganya sebesar Rp 125 hingga Rp 150 ribu saja semalam. Para muda-mudi itu akan menyewa dari agen-agen persewaan apartemen tidak resmi melalui platform sosial media dan nomor whatsApp.

Untuk hotel dan apartemen memang ada di dalam satu gedung. Untuk hotel berada di lantai 7, 11, dan 18. Jumlah kamarnya mencapai 115 kamar hotel.

Sementara, untuk apartemen Soekarno-Hatta atau Suhat memiliki jumlah 623 hunian kamar. Hingga kini, hanya tersisa dua apartemen Suhat kosong saja. Sisanya, sudah dibeli oleh pemilik. Sebagian besar pemilik kemudian menyerahkan apartemennya untuk dikelola agen agar disewakan kembali.

Isu “melihat jembatan Suhat dari atas” tersebut menyeruak semenjak pandemi menjelang. Pasalnya, kala itu manajemen apartemen tidak bisa bergerak bebas dalam pengawasan. Selain kewalahan karena pandemi Covid-19, juga para pemilik lepas tangan dengan agen. Sehingga banyak praktik prostitusi dan aktivitas pergaulan bebas dilakukan di bawah para agen.

“Jadi waktu pandemi itu memang sempat membatasi pergerakan kami sehingga memang aktivitas itu sempat terjadi, namun kini kami sudah upayakan kebijakan-kebijakan baru untuk menanggulangi hal tersebut,” beber pimpinan Apartemen Soekarno Hatta, David Tjahjono.

Sayangnya, pandangan negatif tersebut masih melekat meski telah lewat dua tahun. Kini sudah tidak ada lagi aktivitas persewaan per jam. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan para pemilik unit beserta agen untuk menerima keputusan hal itu.

Kini, David bersama dengan para pemilik telah membuat buku tamu untuk lebih memperketat penyewa tidak resmi. Meski demikian, pihaknya tengah berkoordinasi lebih lanjut kepada agen persewaan apartemen terkait penginapan harian.

“Mereka masih berharap harian masih bisa dengan alasan karena tamunya kerap transit, seperti ke tempat wisata. Saya harap itu memang tamu bukan muda-mudi,” kata dia.

Soal para mahasiswa yang melakukan hubungan bebas, baik manajemen hotel dan apartemen telah melakukan koordinasi dengan kepolisian. Sehingga dipastikan bisa meminimalisir hal tersebut. Dia juga memasang CCTV di setiap lorong.

“Kami juga sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian dan Satpol PP, setiap seminggu sekali mereka akan ke sini untuk mengawasi,” kata David.

Kini kedua belah pihak manajemen bertekad untuk mengembalikan fungsi hotel dan apartemen kembali. Yakni, hotel sebagai tempat menginap saja dan apartemen sebagai hunian.

“Kita amankan dari securenya lebih lagi. Kalau dulu gampang mau masuk, kalau sekarang harus ada kartu akses bagi tamu hotel. Kalau tidak punya harus lapor ke security,” tambah manajer Everyday Smart Hotel, Devi Elisabeth. (wdy/bob)

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.