Jembatan Bailey Sonokembang Resmi Bisa Dilintasi, Tapi Ada Pembatasan

Jembatan Bailey di Sonokembang bisa dilintasi, Kamis (20/11/2025) (blok-a/Bob Bimantara Leander)
Jembatan Bailey di Sonokembang bisa dilintasi, Kamis (20/11/2025) (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Jembatan bailey Sonokembang di Jalan Simpang Sulfat Utara resmi dibuka untuk kendaraan roda empat terbatas dan sepeda motor mulai Kamis (20/11/2025). Pembukaan ini dilakukan setelah uji coba kelayakan yang digelar sehari sebelumnya, Rabu (19/11/2025).

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Julhardjanto, menjelaskan bahwa uji coba pada Rabu (19/11/2025) malam kemarin hanya untuk sepeda motor. Namun per Kamis (20/11/2025), kendaraan roda empat pun juga bisa melewati dengan cara bergantian.

Terlihat warga sekitar, dan petugas Dishub Kota Malang mengatur lalu lintas di sekitar Jembatan Bailey Sonokembang itu.

“Sebelumnya tadi malam kita awali uji coba untuk dilintasi sepeda motor mulai jam 21.00 WIB. Jadi tadi malam kami sosialisasikan ke masyarakat untuk operasionalnya kami sangat berterimakasih,” ujarnya di lokasi, Kamis (20/11/2025).

Menurut Dandung, keterlibatan warga sangat membantu proses uji coba. Sebab warga berkomitmen 24 jam membantu pengaturan lalu lintas.

“Partisipasi masyarakat, inisiatif untuk membantu menjaga di masing-masing ujung jembatan bailey ini. Kami memang juga sudah koordinasi dengan Dishub untuk menempatkan personel Dishub di sini membantu kami. Tapi warga menyatakan 24 jam siap membantu masyarakat dengan menjaga jembatan bailey ini, supaya teratur lalu lintasnya,” katanya.

Meski sudah dibuka, ada pembatasan kendaraan yang boleh melintas. Dandung menjelaskan, kendaraan angkutan barang dilarang melintas.

“Kami larang kendaraan angkutan barang melintas. Jadi angkutan barang tidak diperbolehkan melewati jembatan, karena jembatan bailey ini sifatnya sementara. Kami ingin menjamin keamanan dan keselamatan warga masyarakat,” tegasnya.

Jembatan bailey ini hanya mengizinkan tonase maksimal 10 ton. “Tonase yang bisa melewati jembatan bailey ini 10 ton,” jelas Dandung.

Untuk kendaraan roda empat berlaku sistem bergantian, sedangkan sepeda motor tetap bisa bersimpangan.

Jembatan darurat yang merupakan pinjaman dari Balai Jalan dan Jembatan Pemprov Jawa Timur itu dijadwalkan digunakan hingga delapan bulan ke depan.

“Kalau jembatan bailey ini kami pinjam ke Balai Jalan Jembatan Pemprov Jatim sampai 8 bulan ke depan,” ujarnya.

Dandung memastikan jembatan aman untuk dilewati masyarakat. “Kami jamin aman. Kalau untuk konstruksi jembatan bailey ini sangat aman, sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir menggunakan jembatan ini, dengan catatan patuhi bersama-sama ketentuan yang sudah kami terapkan,” tandasnya. (bob)