Ketua RT di Malang Rela Kemas Air Bersih Demi Pastikan Bantuan Merata saat Kekeringan

Pendistribusian air bersih di Desa Sumberagung, Kecamatan Sumawe.(blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)
Pendistribusian air bersih di Desa Sumberagung, Kecamatan Sumawe.(blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Kemarau panjang masih terjadi pada sejumlah wilayah di Kabupaten Malang. Salah satunya di Kecamatan Sumbermajing Wetan (Sumawe), akibatnya ada lima desa yang terdampak kekeringan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama jajaran Forkopimda terus menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga yang tardampak.

Menurut data BPBD Kabupaten Malang, sejak Agustus hingga Oktober setidaknya ada puluhan desa yang dilaporkan mengalami kekeringan. Dari puluhan desa tersebut, ada ribuan penduduk yang turut merasakan kurangnya air bersih.

Luasnya wilayah yang terdampak, tentunya menjadi persolan tersendiri bagi pemerintah setempat.

Seperti, kurangnya armada yang mengangkut, sumber mata air terdekat yang kering sehingga harus menempuh jarak yang cukup jauh.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan menerangkan, hingga saat ini pihaknya hanya memiliki tiga armada tanki air untuk pendistribusian air bersih.

Kendati demikian, untuk penanganan kedaruratan seperti saat ini, BPBD dibantu dengan sejumlah dinas yang memiliki truk tanki guna memenuhi permintaan air bersih.

“Pendistribusian dibantu PMI, Dinas Sosial, Dinas Ciptakarya, Perumda Tirta Kanjuruhan untuk penanganan. Ada juga truk terbuka pendukung pakai tandon air, itu ada 5 unit,” kata Sadono ketika di konfirmasi, Sabtu (5/10/2024).

Minimnya pendistribusian air, membuat warga saling berebut. Tak jarang, mereka harus merogoh kocek ketika tak kebagian bantuan air bersih dari pemerintah.

Ketua RT 14, Desa Sumberagung, Sutinah mengaku, pendistribusian air bersih dari pemerintah tidak setiap harinya datang. Bantuan bisa disalurkan satu hingga dua kali setiap minggunya.

“Kondisi kering ini sudah dua sampai tiga bulan, hingga sekarang juga belum ada hujan. Kadang ada bantuan dari pemerintah, kadang ada dari desa. Tapi tidak menentu, kadang satu minggu ada, kadang tidak ada sama sekali,” kata Sutinah kepada blok-a.com, Sabtu (5/10/2024).

Jika tidak ada pasokan air, kata Sutinah, warga terpaksa harus membeli air secara mandiri.

Untuk 500 liter air, warga harus membayar Rp60 ribu untuk memenuhi kebutuhan selama satu pekan.

“500 liter itu sedikit bagi yang keluarganya banyak, jadi ya harus serba ngirit. Apalagi kalau keluarganya banyak, kadang gak sampai satu minggu habis” jelasnya.

Sutinah mengatakan, sumber mata air yang terdekat dari wilayahnya pun sudah mengering sejak bulan Agustus lalu.

Begitu pula sumur bor miliknya, air yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau sumur ada, tapi tidak banyak. Ya meskipun tidak sampai kering,” imbuhnya.

Minimnya pasokan air bersih dari pemerintah, membuat dirinya harus mengemas air secara mandiri untuk selanjutnya dibagian ke 75 kepala keluarga.

Hal itu dilakukan agar seluruh warga mendapatkan air secara merata. Untuk satu kepala keluarga, kata Sutinah, mereka mendapatkan jatah tiga hingga empat galon atau jurigen air bersih.

“Kalau di sini ada 65 rumah, satu rumah ada satu kadang dua KK. Kebetulan ada dua tandon, sengaja dikemas gini kalau gak gitu berebut. Kasihan yang kerja, atau ke sawah gitu kadang gak kebagian. Jadi biar adil saya membaginya di galon begini,” jelasnya.

Air bersih ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, cuci piring, minum hewan ternak.

Sementara itu, untuk mencuci baju, warga harus ke sungai dengan menempuh jarak kurang lebih 3 kilometer.

“Kalau untuk masak biasanya pakai air mineral, jadi beli,” tutu Sutinah.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan laporan dari Posko Siaga Darurat Karhutlah BPBD Kabupaten Malang, pada 3 Oktober 2024 ada 9 desa yang masih terus didroping air bersih.

Sebanyak 9 desa tersebar di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Gondanglegi dan Tirtoyudo.

Sejak 4 September hingga 3 Okotiber 2024, BPBD Kabupaten Malang telah melalukan pendistribusian air bersih mencapai 913 ribu liter.

Pendistribusian dilakukan setiap hari, dengan jumlah 5 hingga 15 ribu liter setiap desa/kelurahan. (ptu/lio)