Menengok Desa di Malang, Warganya Bisnis Tanam Rumput dengan Keuntungan Puluhan Juta per Bulan

Budidaya rumput hias jadi ladang cuan bagi warga Desa Kidangbang, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Budidaya rumput hias jadi ladang cuan bagi warga Desa Kidangbang, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Siapa sangka rumput ternyata dapat menghasilkan cuan, bahkan keuntungannya tak main-main yakni bisa tembus puluhan juta rupiah setiap bulan.

Hal tersebut dibuktikan oleh Suhartono, warga Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Pria berusia 60 tahun ini telah menggeluti dunia pertanian rumput sejak usianya masih belia. 

Bisnis tersebut ternyata menjadi pemandangan yang lumrah bagi warga sekitar. Pasalnya, hampir seluruh warga di Kidangbang memiliki profesi yang sama. 

Mereka memanfaatkan pekarangan rumah dan perkebunan untuk bisnis rumput yang notabennya diperjualan belikan untuk kebutuhan taman. Bahkan, pasarnya kebanyakan dari luar kota dan luar pulau. 

“Di sini banyak yang budidaya rumput, hampir semua punya. Tapi yang besar ada empat, salah satunya milik saya. Sedangkan yang lainnya, bisanya disetor ke pengepul seperti saya untuk dijual kembali,” ujar Suhartono saat ditemui Blok-a.com di ladang milikya, Sabtu (8/6/2024). 

Untuk mengurus tiga ladang miliknya, Hartono dapat memperkerjakan belasan warga sekitar. Mereka dipekerjakan untuk menanam, melakukan perawatan hingga memanen rumput setiap dua bulan sekali. 

Proses pemeliharaannya pun tidak tergolong rumit, untuk menjaga rumput tetap bagus hanya perlu diberikan pupuk urea dan dilakukan penyiraman secara intens terlebih saat cuaca panas. 

Hamanya juga hampir tidak ada, hanya saja banyak rumput liar yang terkadang tumbuh bersamaan, sehingga perawatannya hanya perlu mencabut secara manual. 

Terdapat tiga jenis rumput yang dibudidaya, yakni rumput jepang, rumput gajah mini dan rumput swiss. Ketuga jenis rumput tersebut biasa digunakan untuk hisan rumput di taman.

“Menanamnya seperti padi, hanya disebar terus dipupuk seminggu dua kali dan disiram sehari dua kali. Untuk pembibitan ke waktu panen hanya butuh sekitar 2 setengah bulan,” tambahnya. 

Dengan masa panen yang tergolong lebih singkat membuat budidaya rumput banyak dilirik warga Desa Kidangbang Kabupaten Malang, keuntungannya juga tidak sedikit. Untuk tanah seluas 2000 meter, petani dapat mendapatkan 18 juta dalam sekali panen. 

“Pemasarannya mulai dari Malang lokalan sini, ada dari Surabaya, Pasuruan, Jakarta, Bali, Kalimantan, Sulawesi. Setiap kali kirim bisa mencapai seribu meter persegi,” tutupnya. (ptu/bob)