Kota Malang, blok-a.com – RSSA Malang berencana relokasi kios pedagang yang menempel di sekitar tembok belakang RSSA Malang.
Rencana itu dilakukan bukan tanpa solusi bagi pedagang kios yang menempel di tembok RSSA Malang bertahun-tahun. Sebab RSSA Malang sudah menyiapkan pembangunan 10 kios lebih modern di eks kamar jenazah RSSA Malang.
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSSA Malang, Henggar Sulistiarto, saat dikonfirmasi awak media membenarkan rencana relokasi pedagang kios itu. Dia menyebut, RSSA telah menyiapkan ganti 10 kios modern bagi pedagang yang kini menempel di tembok RSSA Malang.
“Rencananya kios di Jalan Belakang RSU akan direlokasi semuanya. Tetapi karena jumlahnya cukup banyak maka relokasi akan dilakukan secara bertahap. Sebab, lahan untuk relokasi seluruh kios juga tengah dalam penyempurnaan,” kata Henggar kepada awak media, Rabu (26/6/2024).
‘’Tahap awal yang kami relokasi yang menempel di tembok Grand Paviliun dulu. Sekaligus menjadikan relokasi kali ini sebagai proyek percontohan untuk pemilik kios lainnya,’’ sambungnya.
Henggar melanjutkan, proses relokasi harus dilakukan pihaknya tidak lain untuk mendukung rencana dioperasionalkannya Grand Paviliun. Jika PKL yang ada sekarang tidak direlokasi dikhawatirkan pelayanan medis yang diberikan RSSA menjadi tidak maksimal.
Apalagi, lanjut dia, kios yang menempel di tembok RSSA Malang itu posisinya ada di pintu masuk dan pintu keluar. Alhasil hal ini dinilai bisa mengurangi kecepatan ambulans yang mengantar pasien urgent.
‘’Kita ingin sama-sama enaknya. Jualan mereka tetap jalan. Pelayanan rumah sakit kepada masyarakat juga maksimal,’’ tandasnya.
Agus Ahoo, salah seorang pemilik kios Ahoo Cell mengaku, sudah mendengar rencana relokasi tersebut.
“Saya sudah mendengar langsung dari pihak RSU. Dan senang hati kalau kios tempat berjualan voucher selama ini. Diganti kios baru yang berada di sebelah selatan Gedung Grand Paviliun ini,” ujar Ahoo.
Ahoo menambahkan, jika seluruh kios direlokasi ke dalam RSSA maka akses lalu lintas sepanjang Jalan Belakang RSU menjadi lebih lancar. Tidak itu saja, fungsi jalan milik Pemkot Malang itu menjadi lebih maksimal dan bersih.
‘’Sekarang ini jalannya semrawut. Selain karena kios-kios PKL, akses sepanjang jalan dipenuhi parkir mobil yang tidak tertata. Sudah jalannya kecil, parkir mobilnya di kanan kiri lagi,’’ pungkasnya. (ags/bob)








