Kota Malang, blok-a.com – Niat Kota Malang untuk menerapkan sistem Buy The Service (BTS) dalam memenuhi layanan angkutan umum didukung penuh oleh pemerintah pusat.
Tak main-main, bahkan pemerintah pusat rela untuk mengepras subsidi Kota Solo dan Palembang demi memfasilitasi Kota Malang.
Lebih dari itu, pemerintah pusat juga akan mengirimkan bantuan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk melakukan studi kelayakan angkutan umum agar pengembangan sistem BTS ini tepat sasaran dan bekerja dengan baik.
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa pemerintah pusat nantinya akan turun gunung dahulu ke Kota Malang untuk melihat keseriusan Pemkot Malang menerapkan sistem ini untuk layanan angkutan umum.
“Dengan BTS ini, pemerintah pusat setuju dan akan membantu dengan studi kelayakan dan subsidinya. Kemarin direncanakan untuk melihat sejauh mana tingkat kepastian dan keseriusan Pemkot Malang. Pak Direktur Angkutan Darat akan datang ke Malang untuk mengecek langsung,” terang Wahyu.
Wahyu juga menerangkan bahwa pengalihan subsidi dari Kota Solo dan Palembang tersebut karena memang keduanya sudah tidak memerlukan subsidi penuh dari pemerintah pusat. Sehingga, dana subsidi yang dialihkan itu aman untuk digunakan.
“Saat ini, subsidi di Solo dan Palembang telah mengalami perubahan, tidak lagi sepenuhnya berasal dari Pemerintah Pusat. Secara bertahap, subsidi ini akan dikurangi dan direncanakan untuk dialihkan ke Kota Malang,” ucapnya.
Berapa dana yang akan dikucurkan pemerintah pusat masih belum diketahui, karena pihak pusat masih harus memeriksa kondisi angkutan umum Kota Malang dan keadaan kota ini sendiri.
“Pemerintah pusat akan mengevaluasi sejauh mana kelayakannya. Dari situ, skema pemberian bantuan juga baru akan ditetapkan karena pada tahun 2024 baru Menyusun kajiannya,” terang Wahyu.
Yang pasti, untuk awal operasi nanti para penumpang akan mendapatkan biaya sangat murah bahkan kemungkinan gratis. Dan untuk trayeknya, dipastikan akan menyasar titik-titik keramaian yang ada saat ini agar masyarakat tertarik untuk menggunakan angkot daripada kendaraan pribadi.
“Kami sedang merencanakan rute-rute dan telah memperhatikan rute-rute yang diminati oleh masyarakat yang mengandalkan transportasi ini, baik untuk perjalanan ke mal, pasar, kantor, maupun pendidikan,” ujarnya.(art/lio)








