Penipuan Berkedok Verifikasi Akun Sosial Media, Pelaku Diduga YouTuber-Musisi asal Malang

Penipuan Berkedok Verifikasi Akun Sosial Media, Pelaku Diduga YouTuber-Musisi asal Malang
Tangkapan layar di akun X yang menunjukan dugaan penipuan Youtuber-Musisi asal Malang (akun X)

 

Kota Malang, blok-a.com – Seorang YouTuber sekaligus Musisi asal Malang bernama Theo Arista diduga telah melakukan penipuan dengan berbagai modus. Kabar ini mulai terkuak saat pengguna media sosial X dengan nama akun @momyemon membuat sebuah utas tentang pengalamannya.

Dikofirmasi oleh Blok-a.com, pemilik akun X yang bernama asli Revalina Adra tersebut mengaku ia dan suaminya ditipu hingga mengalami kerugian lebih dari Rp 1 juta. Modus yang dipakai terbilang cukup unik yaitu menawarkan jasa verifikasi media sosial Instagram.

“Menawarkan jasa centang biru Instagram senilai Rp 850 ribu rupiah proses selama 3 hari. Lalu minta tolong pinjam saldo ke suami saya 150 ribu rupiah karena mbankingnya erorr,” terang Revalina yang seorang pengusaha café di Kepanjen.

“Buat memastikan suami saya tidak curiga Theo ke kedai minta verifikasi password sama email Instagram yang mau diproses. Selesai itu bilang kalau estimasi pengerjaan seminggu lagi. Saya tunggu berhari-hari sampai lebih dari 1 bulan tidak ada kabar,” tambahnya.

Setelah merasa ada hal yang aneh dengan Theo, Revalina dan suaminya mencari-cari informasi soal dia dari berbagai pihak. Ternyata, dari kabar yang berhembus dia sedang dicari-cari oleh banyak orang karena kasus yang sama, bahkan Revalina mendengar bahwa Theo adalah buronan banyak orang di Kepanjen.

“Dari awal saya curiga sama gerak geriknya. Tapi suami saya tetap percaya bahwa dia seleb YouTuber, gak mungkin bermasalah. Tapi endingnya banyak korban yang laporan setelah kejadian itu saya posting di Twitter (X) dan sosial media lainnya,” terang Revalina.

Tidak hanya kasus penipuan mengatasnamakan verifikasi akun media sosial, Youtuber dan Musisi asal Malang bernama Theo itu juga dikabarkan telah melancarkan aksi penipuan di beberapa minimarket di Kediri. Informasi ini diunggah oleh akun X @bukangeisah.

“Beli pulsa dan beberapa rokok minta bayar pakai Qris. Pas ditanya di kasir pakai Qris apa, karena mekanisme pakai bank atau e-wallet beda, transaksi gagal tapi pelaku ngeyel suruh masukin nomor referensi,” ungkapnya.

“Akibatnya toko kena LPT (Laporan Penyimpangan Toko) dan harus ganti sejumlah belanja dia total 344.300 rupiah. Itu satu toko, sedangkan dia kira-kira udah lebih dari 5 toko dalam sehari!!” tulis @bukangeisah dalam utasnya.

Hingga saat ini belum ada kabar atau informasi tentang keberadaan Theo, bahkan media sosial bercentang biru yang ia miliki sudah tidak dapat ditemukan lagi. (mg3/bob)