Kota Malang, blok-a.com – Dugaan intimidasi dan penculikan terhadap perempuan asal Kota Malang bernama Intan Anggraeni (28) dibantah oleh Rey, suami siri sejenisnya.
Sekadar diketahui, Intan dan Rey merupakan pasangan sejenis yang melakukan pernikahan siri. Pernikahan itu berujung pada laporan yang dilakukan pihak Intan atas dugaan pemalsuan dokumen.
Kasus Pernikahan Sejenis di Malang, Korban Diancam hingga Diduga Akan Diculik
Intan juga mengaku, dirinya diancam dan akan diculik oleh pihak Rey pada Selasa (7/4/2026). Rey pun buka suara. Ia membantah adanya intimidasi kepada Intan dan juga adanya penculikan.
“Gak ada intimidasi sama sekali,” kata dia.
Dia bercerita, melalui pesan WhatsApp-nya ke Intan pada hari Selasa (7/4/2026), dirinya menanyakan apakah Intan jadi terapi atau tidak pada hari Kamis (9/4/2026). Terapi itu terkait dengan kondisi kaki Intan.
Ia menanyakan hal tersebut, karena jika Intan tidak terapi pada hari Kamis, maka ia akan berangkat ke Jogja.
“Kakinya kan abis di-KDRT sama (mantan) suaminya jadi jalannya pincang gitu,” kata dia.
Rey juga menjelaskan, tidak ada intimidasi dan tidak ada upaya penculikan terhadap Intan untuk dibawa ke Kamboja.
“Itu hari Selasa ya, yang sesuai dia beritakan di Facebook yang katanya ada sopir mau jemput dia mau aku jual ke Kamboja dengan ada intimidasi. Di situ tidak ada intimidasi,” tuturnya.
Ia pun memastikan kembali soal kepastian terapi tersebut kepada Intan. Dalam percakapan itu, Intan juga menanyakan soal sopir dan jadwal terapi.
“Driver gimana? Aku langsung make sure lagi jadi terapi nggak?,” kata dia.
Setelah itu, Rey mengaku sempat mengirim pesan agar hubungan mereka diakhiri dengan baik.
“Habis itu aku (ngechat) kita kenalnya baik-baik, endingnya juga baik-baik. Kita silaturahmi baik aja,” kata dia.
Namun, Rey mengaku terkejut setelah mengetahui Intan melaporkannya ke polisi.
“Tiba-tiba ada chat katanya dia ini bikin laporan segala macam bersama keluarganya,” tutupnya.
Sebagai informasi, sebelumnya Intan telah melaporkan Rey ke Polresta Malang Kota atas dugaan pemalsuan dokumen. Intan mengaku baru mengetahui bahwa Rey adalah seorang perempuan setelah malam pertama usai pernikahan siri pada 3 April 2026.
Sementara itu, Rey membantah klaim tersebut. Ia mengaku Intan sudah mengetahui identitasnya, termasuk jenis kelaminnya, sejak awal perkenalan pada Februari 2026. Rey pun melaporkan balik Intan atas dugaan pencemaran nama baik ke Polres Batu.
Keduanya diketahui berkenalan di sebuah tempat hiburan malam di Kota Batu. (bob)








