Profil Para Prajurit TNI AU yang Gugur Pasca Pesawat Super Tucano Jatuh di Gunung Bromo

Pemakaman pilot pesawat TNI AU jenis Super Tucano yang jatuh di area Gunung Bromo, di TMP Suropati, Kota Malang, pada (17/11/2023). (blok-a.com/Widya Amalia)
Pemakaman pilot pesawat TNI AU jenis Super Tucano yang jatuh di area Gunung Bromo, di TMP Suropati, Kota Malang, Jumat (17/11/2023). (blok-a.com/Widya Amalia)

Kota Malang, blok-a.com – Empat prajurit gugur pasca dua pesawat TNI Angkatan Udara (AU) jatuh di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Pasuruan, Jawa Timur,  Kamis 16 November 2023.

Ketika prosesi pemakaman militer, protokoler membacakan biodata dan profil para prajurit yang gugur tersebut.

Berikut ini adalah profil prajurit TNI AU Pesawat Super Tucano yang telah dikumpulkan blok-a.com, dari berbagai sumber:

1. Kolonel Pnb (anumerta) Sandhra Gunawan

Dilansir dari airspace-review.com, Letkol Pnb Sandhra Gunawan memiliki julukan “Chevron” Barracuda. Dia adalah penerbang TNI AU dari skadron udara 21 wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

Letkol Pnb Sandhra merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) pada 2004. Selama menjalani pendidikannya, dia menjadi siswa terbaik pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) angkatan 56 di Lembang.

Letkol Pnb Sandhra tercatat pernah menerbangkan pesawat Cassa 212 di skadron udara 4 dan C-130 Hercules di skadron udara 32.

Pada 2019, Letkol Pnb Sandhra menerima badge 1000 jam penerbangan dari Komandan Udara 21, Letkol Pnb Hery Setiawan.

2. Marsekal Adm (Anumerta) Widiono

Menjabat sebagai Kepala Dinas Personel Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Dia pernah menduduki posisi sebagai Komandan Skadik 503 Wingdikum.

Ketika peristiwa jatuhnya pesawat itu, dia sedang bertugas menjadi backseater mendampingi Letkol Sandhra Gunawan. Almarhum adalah lulusan SeskoAU.

Marsekal Adm (Anumerta) Widiono lahir pada 15 Juli 1976. Usai kecelakaan itu, dia meninggalkan istri dan 3 anak.

3. Kolonel Pnb (anumerta) Yuda Anggara Seta Mayor

Kolonel Pnb Yuda menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Udara (AAU) 2006 dan menempuh pendidikan umum di Universitas Merdeka Malang.

Dia merupakan penerbang dari Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh. Dia juga pernah memberikan bantuan kepada korban erupsi Gunung Semeru dan Lumajang pada 2021 lalu.

4. Marsekal Pertama Pnb (Anumerta) Subhan

Marsekal Pertama Pnb Subhan merupakan alumni AAU 1998, kemudian menuntaskan pendidikannya di Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI). Untuk pendidikan umum, dia menempuh di Universitas Merdeka Malang.

Sejak 4 Februari 2023, Marsekal Pertama Pnb (Anumerta) Subhan menjabat sebagai Komandan Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh.

Dia tercatat pernah menerbangkan pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 32 Wing 2 di Lanud Abdulrachman Saleh.

Dua minggu sebelum gugur, dia menjadi mission commander dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Palestina. (mg2/lio)