Pusat Belanja UMKM Kota Malang Lebih Dekat ke Wisatawan, Hadir di Kayutangan

Galeri Mbois sebagai pusat UMKM yang berlokasi di Gedung Parkir Kayutangan Kota Malang. (blok-a.com / M Berril Labiq)
Galeri Mbois sebagai pusat UMKM yang berlokasi di Gedung Parkir Kayutangan Kota Malang. (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com — Galeri Mbois hadir di Kota Malang. Tepatnya ada di Gedung Kayutangan Heritage bagian depan.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut Galeri Mbois difungsikan sebagai pusat wisata belanja produk UMKM Kota Malang.

Galeri yang dikelola TP PKK Kota Malang itu diposisikan sebagai titik awal kunjungan wisatawan. Konsep ini diarahkan agar pergerakan wisata berdampak langsung pada ekonomi lokal.

Wahyu menyebut, Galeri Mbois yang berada di Gedung Parkir Kayutangan ini lokasinya strategis, karena berada di jalur utama wisata. Pihaknya ingin memastikan arus pengunjung tersambung dengan transaksi UMKM.

“Wisatawan yang datang ke Kayutangan Heritage kami arahkan untuk singgah terlebih dahulu di Galeri Mbois, sehingga mereka bisa melihat dan membeli produk UMKM khas Kota Malang,” ujar Wahyu, Minggu (11/1/2026).

Ia menjelaskan, Galeri Mbois menjadi ruang khusus pemasaran produk UMKM Kota Malang yang difasilitasi melalui TP PKK dan Dekranasda. Produk yang ditampilkan meliputi kerajinan, fesyen, kuliner, hingga produk ekonomi kreatif. Seluruh produk dikurasi untuk menjaga kualitas dan identitas lokal.

“Produk-produk itu asli dari UMKM Kota Malang. Melalui TP PKK dan Dekranasda, produk-produk unggulan bisa dipasarkan di Galeri Mbois,” katanya.

Lebih lanjut, Wahyu juga menekankan pentingnya integrasi galeri dengan sistem transportasi dan parkir di kawasan Kayutangan. Wisatawan pengguna transportasi umum seperti Trans Jatim maupun pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi diarahkan ke titik yang sama.

“Nanti saat Trans Jatim menurunkan penumpang di seberang, dan pengunjung yang parkir juga di situ, mereka bisa langsung mendapatkan oleh-oleh dan kuliner UMKM di Galeri Mbois,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan kawasan wisata harus memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Destinasi tidak cukup hanya menjadi ruang visual dan nostalgia. Galeri Mbois diposisikan sebagai simpul antara pariwisata dan pergerakan ekonomi rakyat.

“Pengembangan kawasan wisata harus memberikan nilai tambah ekonomi, bukan hanya tempat berfoto, tetapi juga pusat pergerakan ekonomi rakyat,” tegas Wahyu.

Dengan penguatan fungsi Galeri Mbois, Pemkot Malang berharap optimalisasi ini memperkuat sinergi sektor pariwisata dan UMKM sekaligus pergerakan wisata diharapkan langsung mendorong transaksi ekonomi lokal. (ber/bob)