Kota Malang, blok-a.com – Momen libur Lebaran di Kota Malang memicu lonjakan volume sampah, dengan jenis sampah bekas makanan terutama plastik kemasan menjadi yang paling mendominasi.
Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengungkapkan bahwa peningkatan sampah selama libur Lebaran memang terjadi, meski tidak terlalu signifikan secara keseluruhan.
Menurutnya, kenaikan volume sampah lebih terlihat pada sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini dipicu berkurangnya aktivitas pengolahan sampah mandiri oleh masyarakat, seperti melalui bank sampah, pengelolaan kompos daur ulang (PKD), maupun penggerobak.
“Yang biasanya 475 sampai 550 ton per hari, kemarin sempat naik jadi sekitar 600 ton,” ujarnya.
Namun, lonjakan tersebut hanya terjadi dalam waktu singkat, yakni selama dua hari pada 18 dan 19 Maret 2026. Setelah itu, volume sampah kembali normal di kisaran rata-rata 500 ton per hari.
Raymond menegaskan, jenis sampah yang paling banyak mengalami peningkatan adalah sampah bekas makanan, khususnya plastik sekali pakai. Hal ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama libur Lebaran.
“Lebih banyak sampah plastik bekas makanan,” katanya.
Lonjakan sampah ini juga tak lepas dari tingginya mobilitas pemudik dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang. Kawasan Kayutangan Heritage menjadi salah satu titik dengan peningkatan sampah cukup tinggi, selain area penginapan seperti hotel.
“Terutama di area wisata Kayutangan dan beberapa tempat penginapan,” jelasnya.
Meski terjadi peningkatan, DLH Kota Malang memastikan layanan kebersihan tetap berjalan optimal. Petugas tetap disiagakan dengan sistem kerja shift dari pagi hingga malam untuk menjaga kebersihan kota selama dan setelah libur Lebaran.
“Sekarang sudah kembali normal, petugas juga tetap bekerja sesuai jadwal shift,” pungkasnya.








