Ulama di Kabupaten Malang Patahkan Pernyataan Rieke Soal Terorisme Pengalihan Isu Konflik Palestina-Israel

Ulama di Kabupaten Malang Patahkan Pernyataan Reike Soal Terorisme Pengalihan Isu Konflik Palestina-Israel
Ulama di Kabupaten Malang Patahkan Pernyataan Reike Soal Terorisme Pengalihan Isu Konflik Palestina-Israel

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Pernyataan Politikus PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka soal pengalihan isu terorisme akibat konflik Palestina-Israel di Gaza menuai komentar pedas dari sejumlah ulama di Kabupaten Malang.

Kabar ketidaksetujuan padangan Reike terhadap Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sempat mencuat di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu.

Tak hanya di Kabupaten Malang, para ulama dan tokoh agama dari berbagai daerah juga menyoroti hal yang sama soal pernyataan pengalihan isu Palestina-Israel itu.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang, KH Misno Fadhol Hija menyatakan dengan tegas, untuk mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman terorisme di Indonesia.

Menurut Kyai Fadhol sapaan akrabnya, pandangan politikus asal PDI Perjuangan itu perlu mendalami dan menghormati pernyataan Kapolri yang telah komitmen untuk melindungi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kita harus memahami bahwa ancaman terorisme adalah kenyataan yang harus dihadapi oleh negara kita. Pandangan Kapolri sangat relevan dalam konteks ini,” tutur Fadhol belum lama ini.

Di sisi lain, ia juga menegaskan dukungannya terhadap kebijakan Kapolri yang terus melakukan dorongan kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap upaya penyebaran ideologi terorisme di Indonesia.

Senada dengan Fathol, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang, Fatkhurrozi juga menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi penyebaran ideologi terorisme di Indonesia.

Gus Rozi sapaan akrabnya berpendapat, menurutnya Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo telah mengambil keputusan yang tepat, sebagaimana pihaknya memiliki tanggung jawab utamanya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Indonesia.

“Kami sangat menghormati pendapat Rieke Diah Pitaloka, namun kami juga perlu memahami bahaya yang mungkin timbul berkaitan dengan isu terorisme. Kapolri telah bertindak sesuai dengan tugasnya untuk melindungi masyarakat dari ancaman teroris,” tutur Rozi belum lama ini.

Menurut pandangannya, konflik Israel dan Palestina yang telah berlangsung selama tujuh dekade terakhir, kembali memanas sehingga situasi ini memunculkan kekhawatiran yang berdampak di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Para tokoh di Malang berharap pernyataan Rieke Diah Pitaloka dapat dipertimbangkan lebih mendalam, dan mereka berharap bahwa semua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga keamanan negara.

“Kami bersama tokoh Kabupaten Malang tetap mendukung langkah-langkah Pak Kapolri dan Polri dalam menjaga keamanan Republik Indonesia,” tegasnya. (ptu/bob)