Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi meluncurkan Program Angkot Pelajar Gratis, Senin (31/8/2026). Sebanyak 66 angkutan kota (angkot) telah disiapkan untuk melayani pelajar secara gratis.
Puluhan angkot tersebut terjejer di halaman depan Balai Kota Malang saat peluncuran program. Sebelum seremoni dimulai, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo sempat mencoba angkot dengan berkeliling di sekitar Balai Kota Malang.
Wahyu mengatakan, peluncuran angkot pelajar gratis merupakan bentuk pelayanan publik yang diharapkan dapat membantu mobilitas pelajar sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
“Saya berterima kasih ini dukungannya Pak Kapolresta, DPRD, Dandim dan Kejaksaan yang tentunya telah ditunggu-tunggu oleh pelajar,” kata Wahyu.
Menurutnya, program tersebut sebelumnya melalui sejumlah tahapan karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas dan harus memenuhi berbagai regulasi.
Pemkot Malang juga telah melakukan kurasi terhadap armada yang akan digunakan. Kurasi meliputi spesifikasi, persyaratan, surat-menyurat, kelayakan hingga kelengkapan angkutan.
“Dan akhirnya ada 66 angkutan pelajar sementara ini yang sudah kita luncurkan,” ujarnya.
Wahyu berharap keberadaan angkot pelajar gratis dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para siswa. Selain memberikan alternatif transportasi gratis, program tersebut diharapkan mampu mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang melintas, khususnya pada jam berangkat dan pulang sekolah.
Program ini juga dilengkapi dengan sistem GPS untuk memantau pergerakan armada. Setiap angkot memiliki jalur yang telah ditentukan sehingga pergerakannya dapat dipantau.
Para pengemudi juga diberikan sejumlah aturan selama menjalankan layanan. Mereka dilarang merokok, tidak diperbolehkan mengenakan celana pendek, serta wajib bersikap sopan kepada para pelajar.
“Dan juga ada perilaku-perilaku yang sudah kita sampaikan kepada pengemudi agar tidak merokok. Tidak boleh pakai celana pendek, dan bersikap sopan,” jelas Wahyu.
Ia menambahkan, pelajar dapat melaporkan apabila menemukan pengemudi yang melanggar aturan. Pemkot Malang akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Ini adalah bagian dari public service, kita bisa melayani pelayanan kepada masyarakat terutama ini kita fokus kepada pelajar,” katanya.
Untuk sementara, angkot pelajar gratis beroperasi pada pagi hari mulai pukul 05.45 hingga 06.30 WIB. Sementara untuk kepulangan siswa, layanan tersedia mulai pukul 14.45 WIB.
Wahyu juga mengimbau siswa, khususnya yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), agar memanfaatkan layanan tersebut daripada membawa kendaraan sendiri.
“Kita imbau kepada mereka bahwa kita sudah siapkan angkutan pelajar yang tentunya kami berharap bisa memanfaatkan,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkot Malang belum memberlakukan larangan bagi pelajar untuk menggunakan kendaraan pribadi.
“Kita larangan belum, tapi kita mengimbau,” tegasnya.
Pemkot Malang juga akan berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota dan pihak sekolah untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sekitar sekolah pada jam berangkat dan pulang siswa.
Hal ini termasuk sejumlah titik yang kerap mengalami kemacetan, seperti kawasan Jalan Bandung.
“Kita akan strategi terkait dengan beberapa titik kemacetan, kami akan koordinasi dengan Pak Kapolresta juga terkait dengan titik kemacetan yang berada di sekolah-sekolah pada jam puncak ya, pada saat mereka berangkat dan mungkin mereka jam pulang sekolah,” jelas Wahyu.
Selain itu, pihak sekolah nantinya juga akan dilibatkan untuk mengatur titik penjemputan dan penurunan siswa agar aktivitas angkot pelajar tetap tertib.
Untuk armada angkot lain yang belum masuk dalam program, Wahyu menyebut masih terbuka kesempatan untuk bergabung. Namun, pengemudi maupun armada harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
“Nah itu kan mereka ada persyaratan-persyaratan yang sebetulnya bisa kita masukkan. Kami minta kepada mereka bisa melengkapi agar mereka juga bisa mendapatkan fasilitas seperti ini,” katanya.
Sementara itu, bus sekolah milik Pemkot Malang untuk sementara akan digunakan untuk kegiatan lain. Salah satunya untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang datang ke Kota Malang dalam kegiatan pariwisata dan lainnya.
Dalam operasionalnya, angkot pelajar gratis juga tidak menggunakan halte khusus seperti layanan Trans Jatim. Pemkot telah menentukan titik pemberhentian dan penurunan siswa sesuai jalur masing-masing.
“Ada tempat yang sudah disepakati, tidak ada halte khusus ya. Titik pemberhentian dan penurunan siswa sudah ditentukan jalurnya,” terang Wahyu.
Program Angkot Pelajar Gratis tersebut dialokasikan anggaran sekitar Rp1,9 miliar. Sementara pendapatan pengemudi angkot dari layanan tersebut disebut paling rendah sekitar Rp75 ribu per hari, dengan besaran yang dapat berbeda berdasarkan ritase dan jarak jalur yang ditempuh.(bob)








