Akhir Pekan Pengunjung Alun-Alun Merdeka Membludak, Capai 2500 Pengunjung

Akhir pekan, Alun-alun Merdeka Kota Malang Diserbu 2500 pengunjung. (blok-a.com / M Berril Labiq)
Akhir pekan, Alun-alun Merdeka Kota Malang Diserbu 2500 pengunjung. (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Pasca dibukanya kembali Alun-alun Merdeka Kota Malang jumlah pengunjung membludak. Akhir pekan kemarin Sabtu (31/1/2026) dan Minggu (1/2/2026), jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 2.500 orang, jauh melampaui prediksi awal yang hanya berada di kisaran 500 hingga 750 pengunjung.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengakui lonjakan tersebut empat kali lipat berada di luar perhitungan awal pemerintah kota.

“Kalau dari prediksi awal, kami memperkirakan sekitar 500 sampai 750 pengunjung. Tapi realisasinya kemarin kurang lebih mencapai 2.500 orang,” ujar Raymond.

Ia menjelaskan, tingginya angka kunjungan tidak hanya berasal dari warga Kota Malang. Alun-alun juga menjadi tujuan masyarakat dari daerah sekitar yang datang berombongan.

“Pengunjungnya bukan hanya warga Kota Malang. Kami temui juga yang datang dari luar kota, seperti dari Tumpang, Gondanglegi, Kasembon, sampai Pujon. Mereka biasanya ke alun-alun sekaligus ke Masjid Jami’,” katanya.

Lonjakan pengunjung tersebut berdampak pada pengawasan kawasan, terutama terkait anak-anak yang terpisah dari orang tuanya. Berdasarkan informasi dari Satpol PP Kota Malang, kasus anak terpisah terjadi hampir setiap hari sejak alun-alun dibuka.

“Rata-rata laporan anak terpisah itu sekitar 20 anak per hari. Bahkan hari Minggu kemarin sempat sampai 36 anak,” ungkap Raymond.

Kondisi tersebut, kata dia, dipengaruhi kebiasaan sebagian orang tua yang meninggalkan anak-anaknya bermain di area alun-alun, sementara mereka beraktivitas di lokasi lain.

“Informasi dari teman-teman Satpol, anak-anak ini bermain di alun-alun, kemudian orang tuanya pergi belanja atau ke tempat lain. Akhirnya alun-alun ini seperti jadi tempat penitipan anak,” ujarnya.

Raymond pun mengimbau para orang tua agar tidak meninggalkan anak tanpa pengawasan, mengingat keterbatasan petugas di lapangan.

“Saya sangat berharap orang tua tidak meninggalkan anaknya. Karena dengan kondisi pengunjung yang membludak seperti ini, jumlah anak yang terpisah itu lebih banyak dibandingkan petugas yang menangani,” tandasnya. (ber/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com